Batu, Memox.co.id -Menindaklanjuti apa yang telah disampaikan Kapolri (Kepala Kepolisian) RI Jenderal Tito Karnavian yang mengatakan akan melakukan tindakan secara hukum jika pengerahan massa atau people power tidak sesuai aturan.
Usai kegiatan Safari Ramadhan 1440 H Polres Batu bersama Forpimda Kota Batu yang juga dihadiri para penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu termasuk para Paslon Capres dan Cawapres dari Paslon 01 dan 02,Rabu malam (16/05/19).
Dihadapan rekan media Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto S.I.K MSi menjelaskan, “People power itu mobilisasi umum. Harus ada mekanismenya. Polisi akan menjerat mereka dengan Pasal 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sebab, aksi itu akan dianggap sengaja untuk menggulingkan pemerintah yang sah,” ujarnya.
AKBP Budi juga mengatakan, “People power yang menolak hasil pemilu adalah tindakan melanggar konstitusi (inkonstitusional).” Seruan people power itu bergaung di media massa dan bertambah ramai di media sosial.
Dikhawatirkan, masyarakat Kota Batu yang tak paham penyelesaian sengketa pemilu secara konstitusional terbawa arus dan turut menjadi bagian people power ini.
“Alhamdulillah kami bersama para
ulama dari berbagai ormas keagamaan, tokoh masyarakat dan Ormas di Kota Batu sepakat menolak aksi people power yang di anggap perbuat inkonstitusional.
Termasuk membatalkan beberapa masyarakat Kota Batu yang ingin berangkat ke Surabaya maupun ke Jakarta pada tanggal 22 Mei nanti,” tuturnya.
Diterangkan juga olehnya, “Jangan sampai tindakan itu menjadikan masyarakat kita tidak tenang dan membuat situasi tidak tenang, tidak kondusif.Berdapak pada perekonomian Kota Batu khususnya.
Sangat disayangkan kalau hal tersebut terjadi pastilah berdampak pada perekonomian secara nasional bukan hanya kota Batu, apalagi Batu merupakan kota wisata yang selama ini menjadi icon para wisatawan dalam negeri maupun mancanegara,” jelasnya pria berwajah tampan ini.
Hal senada disampaikan Walikota Batu Dewanti Rumpoko, “Pasca Pemilu dan rekapitulasi penghitungan suara KPU tingkat Kota Batu telah berjalan aman. Semua berkat sinergitas TNI Polri bersama penyelenggara Pemilu tokoh-tokoh agama, Ormas dan tokoh masyarakat .
Yang turut menjaga situasi keamanan Kota Batu yang hingga kini dalam suasana kondusif,”akunya.
Dewanti juga mengatakan, “ Dalam kontestasi politik terdapat selisih dan perbedaan pendapat itu suatu hal yang biasa , saya himbau kepada warga masyarakat Kota Batu untuk menyatukan kembali langkah kita dalam rangka membangun Kota Batu yang lebih baik,” ajaknya
Dirinya juga mengimbau agar masyarakat bisa menerima, legowo dan dengan besar hati untuk menerima apa pun hasil Pemilu. Mari kita hargai apapun yang dilaksanakan oleh penyelenggara Pemilu dalam hal KPU ,” pesannya. (fik)






