Jakarta, Memox.co.id – Seolah tak pernah kapok, kapal perang jenis frigat milik Angkatan Laut Republik Rakyat China kembali terobos kedaulatan RI di ZEE Laut Natuna Utara pada 4 Februari lalu.
Adalah KRI Bontang-907 yang berhasil mengidentifikasi keberadaan kapal frigat tersebut, dimana kapal perang China itu menghidupkan AIS (Automatic Identification System).
Frigat dengan nomor lambung Xuchang-536 berada di 8,2 nautical mile dari landas kontinen dan hanya berjarak 6,5 nautical mile dari kapal TNI AL.
Xuchang-536 dengan bobot 4,053 ton masuk dalam kelas Type 054A atau dalam kode NATO sering disebut Jiangkai II.
Dioperasikan oleh Armada Laut Selatan China, kapal ini kerap kepergok bersama dengan kapal patroli China Coast Guard (CCG) mengawal beroperasinya kapal-kapal nelayan RRC.
Baca Juga: 9 Kapal Perang Dikerahkan ke Laut Natuna Utara, Ada Apa?
Diketahui, dengan dasar historis, China mengklaim bahwa perairan sekitar Natuna, Kepulauan Riau, masuk ke dalam Nine Dash Line atau sembilan garis putus-putus. Dan merupakan bagian dari daerah penangkapan ikan tradisionalnya.
Sedangkan berdasarkan UNCLOS 1982 (United Nations Convention on The Law of The Sea), Nine Dash Line itu tidak diakui keberadaannya. (*/fik)
