Lain hal pernyataan Abdus Syukur. Meski tak menepis sengitnya pertarungan di dapil dua Mayangan, caleg Partai Golkar, ini tetap tenang menyikapi dialektika politik.
“Ini era demokrasi, biarkan masyarakat memilih. Saya berserah diri pada keputusan masyarakat. Saya bekerja, biarkan hasil yang menentukan,” tuturnya.
Politisi yang sebelumnya karyawan PT Bukaka milik Jusuf Kalla, ini, juga tenang meski di dapilnya disebut-sebut bakal bermunculan caleg potensial (pada edisi lain, Memo X akan menurunkan tulisan caleg potensia red).
“Semuanya kader terbaik, tujuannya untuk membangun Kota Probolinggo. Insya Allah, nanti kita bisa lebih banyak berbuat untuk kepentingan rakyat,” pungkas Abdus Syukur. (hud/eko)
