#Temu Akrab Kalapas Kelas 1 Malang dengan Media Lapas Bersatu
MEMOX.CO.ID – Kalapas Kelas I Malang yang baru, Christo Victor Nixon Toar, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan dan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat temu akrab bersama rekan-rekan media yang tergabung dalam Media Lapas Bersatu di STMJ Bengawan Solo, Kota Malang, Rabu (22/04/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Christo juga menyampaikan salam perkenalan kepada para wartawan yang hadir. Ia berharap terjalin komunikasi yang terbuka antara pihak lapas dan media.
Christo meminta kepada rekan-rekan wartawan agar tidak segan menyampaikan informasi apabila menemukan hal-hal negatif di Lapas Kelas I Malang.
“Mohon kiranya disampaikan terlebih dahulu kepada kami. Supaya kita bisa menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan yang terjadi di dalam Lapas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setiap pimpinan memiliki gaya dan ritme kepemimpinan yang berbeda. “Mungkin saya sedikit berbeda dalam memimpin,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Christo berencana menjalankan program pada bulan Mei mendatang yang diberi nama “Bulan Membangun SDM” dan “Tahun Perubahan”. Program tersebut bertujuan menegaskan kembali peran petugas pemasyarakatan agar bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Penegakan SOP, terutama dalam penanganan tamu dan pemeriksaan petugas yang masuk ke dalam lapas, menjadi perhatian utama guna mencegah masuknya barang terlarang. “HP dan narkoba itu musuh utama. Pelaksanaan SOP harus dikuatkan lagi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Christo menyampaikan bahwa arah kebijakan pimpinan kini telah bergeser, menyesuaikan dengan tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin mengedepankan prinsip tanpa biaya. Ia menilai, perbaikan sistem komunikasi, baik internal maupun eksternal, sangat penting untuk menciptakan sistem kerja yang sehat.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir di lingkungan internal. “Termasuk mengubah mindset secara internal mulai dari pola pikir, cara pandang dan menyikapi informasi serta situasi dengan minimnya petugas yang ada di Lapas Kelas I Malang yang saat ini jumlah warga binaan berjumlah 2.414 orang,” terangnya.
Christo juga menegaskan komitmennya dalam menegakkan disiplin di lingkungan kerja.
“Apalagi terbukti ada petugas Lapas melakukan pelanggaran tata tertib akan saya pangkas supaya tidak berkembang jauh kalau tidak bisa dibina lagi langsung saya layarkan,” ucapnya. (fik)






