Bondowoso, Memox.co.id – Terhitung sejak 9 Agustus 2021, Tenaga Kesehatan (Nakes) Bondowoso telah divaksin yang ketiga debgan menggunakan vaksin moderna. Sudah ada sekitar 815 Nakes yang divaksin.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Mohammad Imron, MMKes melalui Kepala Seksi (Kasi) Surveillance dan Imunisasi, Tuhu Suryono mengatakan, setelah divaksin moderna akan mengalami nyeri otot, lesu, bengkak, kebas seluruh tubuh hingga demam tinggi.
“Jangan takut, itu tidak membahayakan. Karena berdasarkan hasil penelitian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Moderna, gejala itu akan timbul setelah divaksin moderna,” kata Tuhu, sapaannya.
Ditambahkan, sesuai hasil penelitian, gejela tersebut maksimal akan berlangsung selama 3 hari. Bagi warga yang punya komorbid atau bukan penyintas tidak usah divaksin yang ketiga. Ditargetkan, lanjutnya, bulan Agustus ini vaksin, ketiga untuk Nakes sudah tuntas. Nakes yang divaksin bukan ganya dokter, bidan, dan perawat, tetapi juga pada admin dan tenaga pendukung lainnya.
Nakes yang terkonfirmasi CoViD 19, tidak bisa disuntik vaksin ketiga. Baru boleh di vaksin setelah 3 bulan dari kesembuhannya. Jumlah Nakes, admin, dan tenaga pendukung lainnya 3.682. “Yang bisa dicapai target vaksinansi ke 3 untuk Nakes yang tidak terpapar virus corona. Sementara yang terpapar belum bisa divaksin. Sehingga tidak akan tercapai 100%,” kata Tuhu.
Ditambahkan, Satgas Covid 19 sudah menerima 230 vial atau 3.220 dosis vaksin Moderna. Barang-barang tersebut diterimanya 5 Agustus 2021. Penyuntikan perdana dilakukan, keesokan harinya, (6/8). Berdasarkan, lanjutnya, hasil penelitian di RSUD Saful Anwar Malang terhadap KIPI vaksin Moderna, setelah divaksin akan mengalami nyeri otot 86 persen, lesu 79 persen, sakit kepala 67 persen, nyeri kepala 64 persen, dan bengkak 52 persen. (sam/mzm)
