Jubir Satgas Jelaskan Perebutan Paksa Jenazah Covid-19 di Puskesmas Pujer

Jubir Satgas memberikan keterangan terkait perebutan jenazah CoVid di Puskesmas Pujer. (sam)

Bondowoso, Memox.co.id – Ny. Habibah (51), warga RT 13 RW 03 Dusun Mangli Barat, Desa Mangli Kecamatan Pujer, sebelumnya oleh dokter dinyatakan hasil diagnosisnya sakit jantung. Saat itu almarhumah dirawat di Puskesmas Pujer. Setelah beberapa hari dirawat, pada hari ahad kemarin meninggal dunia. Setelah dilakukan swab antigen, hasilnya positif. Kemudian pihak Puskesmas melakukan edukasi pada keluarga korban.

Oleh karena itu, keluarga diharapkan bersedia, jika jenazah dimakamkan secara Prokes COVID-19. Untuk mencegah penyebaran virus pada keluarga, warga sekitar, maupun kontak erat lainnya. Awalnya, pihak keluarga menerima saran dari dokter. Kemudian minta izin untuk berembug dengan keluarga lain yang ada di rumahnya. Tidak lama berselang, mereka lantas datang kembali ke Puskesmas Pujer.

Namun bersama puluhan warga lain, dengan mengendarai kendaraan bak terbuka dan sepeda motor. Puluhan warga langsung masuk Puskesmas dan merebut jenazah. Lalu dinaikkan ke kendaraan bak terbuka jenis pick-up lalu membawanya pulang. Jenazah diiringi puluhan warga lainnya.

“Kami sebenarnya sudah menahan mereka. Karena pasien tersebut terbukti reaktif,” papar Jubir Satgas COVID-19 Bondowoso, dr. H. Mohamad Imron, kepada wartawan saat jumpa pers, Senin (26/7/2021).

Menurut Imron, sapaannya, kejadian perebutan paksa jenazah tersebut sangat berpotensi terjadi penyebaran. Karena di rumah duka pasti tidak dilakukan penanganan sesuai prosedur jenazah COVID-19.

“Dalam waktu dekat kami akan segera lakukan tracing dan testing keluarga inti maupun kontak erat jenazah pasien tersebut,” pungkas pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan ini. (sam/mzm)