Jenguk Risma, Khofifah Minta Risma Recovery Harus Tuntas

82
0

Surabaya, Memox.co.id – Setelah dipindahkan ke Graha Amerta pada Minggu (30/6) dari Gedung Bedah Pelayanan Terpadu (GBPT) ruang ICU RSUD Dr. Soetomo, di hari kedua setelah dipindah, Risma kembali dibesuk oleh pejabat negara. Yakni Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah pada pukul 13.53 WIB, Senin (1/7).
Setelah menjenguk selama kurang lebih selama 30 menit, ia mengatakan, bila Risma sudah sangat baik.

“Kita cerita sangat cair, sehat ceria, kita cerita banyak hal, beliau juga cerita banyak hal rencana-rencananya beliau dalam waktu dekat dan saya. Ya, kita cerita banyak hal lah,” kata Khofifah saat ditemui di depan lobby Graha Amerta.

Setelah melihat kondisi Risma yang sudah sangat sehat, Khofifah pun memberikan support secara langsung. Ia meminta Risma agar menjaga kesehatannya. Sebab, dalam waktu dekat, Wali Kota Surabaya memiliki banyak rencana atau agenda.

“Saya menyampaikan, ‘Bu, pokoknya recoverynya harus tuntas’. Dan setelah itu program-program beliau bisa diteruskan. Karena beliau menyampaikan dalam waktu dekat mesti dimana dan itu jaraknya cukup jauh,” jelasnya.

Orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu juga menyampaikan, jika orang nomor satu di Surabaya akan pergi ke New York. Oleh sebab itu, ia menyampaikan ke Risma, agar menjalankan masa pemulihan. Sebab itu untuk menjaga keberlanjutan aktivitas berikutnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Dr. Soetomo, Dr Joni Wahyudi menyampaikan, jika Risma akan kembali pulang. Karena itu, obat-obatan sedang diarahkan ke oral, seperti pil san injeksi.

“Kalau obat-obatnya diarahkan ke pil nggak masalah ya sudah 1 atau 2 hari ini bisa pulang,” kata Dr Joni.
Jika Risma telah pulang, pihak RS pun akan memberikan note yang berisi apa saja yang harus dijaga oleh Risma.

“Ya orang pulang dari rumah sakit kan harus banyak yang dijaga. Harus istirahat, minum obat, ya itu (nggak boleh telat makan),” jelasnya.

Namun semua itu, nantinya tergantung oleh tim medis. Sebab, tim medis selalu merapatkan atau evaluasi kondisi Risma setiap pukul 10.00 WIB dan harus terus diawasi.

“Ya pasti (rawat jalan) kita kontrol terus kesehatan, makanan, sampai betul-betul baik. Itu kan cepat sekali (sembuhnya) Bu Risma. Kita prediksi 7 hari ternyata 5 hari sudah baik. Jadi ya atas doa teman-teman sekalian agar recoverinya lebih cepat,” pungkasnya.

Kondisi asma akut tidak bisa dipandang remeh. Penyakit tersebut bisa berdampak kepada fungsi organ lainnya. Termasuk berdampak langsung maupun tidak langsung pada fungsi sistem syaraf.

Menurut Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, dr. Edi Suyanto gangguan asma akut disebabkan terganggunya fungsi pernafasan, dan fungsi cardiovascular.’’Fungsi ini berpengaruh terhadap penderita. Itu disebabkan karena faktor pencetus yang menjadi penyebab utama,’’ katanya ketika dikonfirmasi via pesan elektroniknya.

Ia menjelaskan, faktor penyebab yang menimbulkan seseorang terjangkit asma diantaranya, psikologi, infeksi, alergi, beban kerja, fisik, dan iklim. “Jika faktor tersebut tidak diperhatikan maka sangat rentan akan terjangkit asma. Salah satu faktor tersebut tidak dipungkiri menjadi penyebab asma yang diderita oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini” imbuhnya.

Lebih lanjut, ada beberapa faktor yang bisa dicegah agar masyarakat tidak mudah terkena asma. Yakni, menghindari faktor pencetus, pola hidup sehat dan bersih, konsumsi makanan bergizi, dan berhenti merokok.

Diketahui, berdasarkan keterangan pihak Humas RSU dr. Soetomo Surabaya, salah satu penyebab kesehatan Walikota Surabaya Tri Rismaharini drop karena asma akut yang kambuh.

Saat ini kondisi Walikota terbaik dunia ke-3 ini mulai stabil dan membaik. Tim dokter RSU dr. Soetomo Surabaya menyatakan jika kondisi tersebut menunjukkan progress, sedianya Risma akan dipindah dari ICU di ruang rawat inap. (est/ace/jun)