MEMOX.CO.ID — Sejumlah jembatan ambles di tiga titik di Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Senin (30/3/2026). Lokasi terdampak berada di jalur penghubung Bandilan–Sempol, Bandilan–Tarum, dan Bandilan–Klekean.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menyampaikan, penanganan difokuskan pada tiga titik prioritas dengan menggunakan dana Belanja Penunjang Program (BPP). Total pagu anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp370 juta.
“Penanganan kita lakukan menggunakan dana BPP, dengan pagu sekitar Rp370 juta untuk tiga titik. Pelaksanaannya kita targetkan secepatnya, berkisar antara 1 sampai 3 hari,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menegaskan langkah sigap ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Bondowoso dalam menjaga konektivitas wilayah serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Perbaikan difokuskan pada titik-titik yang dinilai mendesak agar tidak menghambat mobilitas warga.
Meski ditargetkan rampung dalam waktu relatif singkat, kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama. “Yang terpenting akses masyarakat tetap terjaga. Kita kebut pengerjaannya, tapi tetap mengedepankan kualitas agar hasilnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, mengatakan, pemerintah daerah segera melakukan penanganan sementara agar jembatan tetap bisa difungsikan oleh masyarakat.
Menurutnya, langkah darurat ini dilakukan untuk menjaga aksesibilitas warga, meskipun dengan sejumlah keterbatasan teknis di lapangan.
“Insya Allah dalam waktu sekitar setengah bulan, jembatan ini sudah bisa dimanfaatkan sementara,” ucapnya.
Ia menegaskan, perbaikan permanen tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Pembangunan jembatan secara menyeluruh direncanakan melalui skema perubahan anggaran. Namun, apabila belum dapat direalisasikan, proyek tersebut akan dimasukkan dalam anggaran induk tahun 2027.
Pemkab Bondowoso juga melibatkan tim teknis untuk memastikan proses penanganan sementara berjalan sesuai standar, sehingga tetap aman digunakan masyarakat sambil menunggu pembangunan permanen terealisasi.
“Penanganan permanen tetap menjadi prioritas. Kita upayakan melalui perubahan anggaran, atau jika belum memungkinkan akan dimasukkan pada anggaran induk 2027,” pungkasnya.(rif/syn)
