Terpaan Pandemi Covid-19 telah meluluh lantakkan sendi-sendi ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Dalam kondisi ini Pemerintah Daerah terus berupaya bertahan dan bangkit dari keterpurukan melalui berbagai program penanggulangan dan antisipasi dampak pasca Covid- 19. Hingga akhirnya badai Covid berlalu dan aktifitas masyarakat dalam ekonomi dan sosial dalam berjalan normal kembali. umumnya berada di kawasan perkotaan.
Melalui program KOTAKU, SANIMAS dan program terintegrasi lainnya, kawasan kumuh dan RTLH semakin berkurang.
Berkenaan dengan peningkatan kualitas hidup dan pemenuhan layanan dasar masyarakat, telah dialokasikan anggaran pembangunan yang sangat memadai. Kabupaten Bondowoso telah mampu melaksanakan Universal Health Coverage atau UHC untuk layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Di Tahun 2023, Kabupaten Bondowoso juga telah mendapat status Kabupaten ODF atau Open Defecation Free, yaitu perubahan perilaku menjadi masyarakat yang tidak buang air besar sembarangan.

Penanganan Stunting sebagai mandatory juga telah dilaksanakan dengan baik dengan berbagai pendekatan. Dalam upaya pemberdayaan keluarga juga dilaksanakan Sekolah Siaga Kependudukan, untuk mengenalkan pemberdayaan keluarga sejak dini kepada masyarakat.
Secara rutin seorang Pimpinan Daerah menyapa warganya, Bupati Bondowoso melaksanakan dengan gerakan Sholawat Burda dan Safari Jumat. Kegiatan ini juga dalam rangka pembangunan keimanan dan ketaqwaan masyarakat. Selain itu juga diberikan bantuan dana dan prasarana untuk kegiatan dan lembaga keagamaan. Salah satu yang cukup gencar dilakukan adalah pemabngunan prasarana sanitasi dan pelayanan kesehatan di pondok pesantren, melalui SANITREN dan POSKESTREN.
Selanjutnya untuk menjaga harmonisasi sosial kemasyarakatan keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama berjalan dengan baik.

Masih dalam hal penanganan sosial, Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah mengembangkan sistem cepat tanggap dalam penanganan bencana. Kejadian bencana Banjir Bandang di Kecamatan ljen sebagai bencana yang cukup besar dapat ditanggulangi dengan baik. Koordinasi dan kolaborasi semua unsur menghasilkan penanganan dampak banjir berupa relokasi rumah korban banjir, perbaikan sarana dan prasarana dan penyediaan bantuan logistik yang sangat memadai.






