Indeks
Hukum  

Janganlah Golput

Seperti yang sudah kita ketahui Indonesia adalah negara yang menggunakan sistem demokrasi dalam menjalankan pemerintahannya. Negara yang demokratis memberi kesempatan bagi seluruh warga negaranya untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan. Artinya, negara mewujudkan kedaulatan rakyat untuk menjalankan pemerintahan negaranya. Salah satu bentuk kedaulatan rakyat diwujudkan dalam Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilu adalah proses pemilihan wakil rakyat untuk mengisi jabatan tertentu dalam kursi politik. Dalam pemilu kita seringkali mendengar adanya golongan putih (golput). Golput ditujukan bagi orang-orang yang memutuskan untuk tidak menggunakan hak suara mereka dalam pemilu. Mungkin saat ini kita masih menganggap golput adalah hal yang biasa. Lalu apakah sebenarnya golput tindakan yang benar atau salah? Apa pengaruhnya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara? Menurut saya, golput terjadi karena adanya rasa tidak percaya dari rakyat kepada calon pejabat. Hal ini dapat terjadi saat calon pejabat mengingkari janji yang telah dikampanyekan sehingga rakyat menjadi tidak percaya lagi. Golput juga dapat terjadi karena kurangnya kesadaran rakyat akan pentingnya berpartisipasi aktif dalam berdemokrasi dalam lingkup negara. Bagi mereka pilihannya akan sia-sia dan tidak menimbulkan pengaruh yang berarti bagi kehidupan mereka. Selain itu berita-berita mengenai tindakan tercela para pejabat seperti korupsi melalui media massa juga menjadi faktor timbulnya golput. Jadi, sebenarnya golput adalah fenomena yang dapat muncul dengan sendirinya. Namun, batas pemilih yang golput harus diperhatikan. Di sini peran lembaga pemerintahan dalam memberi informasi mengenai Pemilu kepada rakyat berperan penting. Pemilu menjadi momentum dalam menentukan perkembangan negara, jika golput terus-menerus dilakukan, kita tidak dapat merasakan kemajuan pada bangsa kita. Kita sudah diberi hak untuk memilih, oleh karena itu sebagai warga negara yang baik kita seharusnya menggunakan hak pilih itu sebaik-baiknya. Jangan sampai hak pilih kita disalahgunakan oleh orang lain. Kita harus berpegang teguh pada prinsip Pemilu yang “Luber dan Jurdil”. Tidak ada salahnya jika kita meluangkan waktu sebentar untuk mencari tahu latar belakang, visi, misi, dan program para calon pemimpin. Apalagi di zaman yang maju ini, tentunya rakyat dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai Pemilu. Dengan begitu kita dapat memilih calon pemimpin yang terbaik yang dapat mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. (*)

Exit mobile version