Sidoarjo, Memox.co.id – Jalan penghubung Desa Lajuk Kecamatan Porong yang posisinya ditengah persawahan seluas 23 Ha, dengan panjang 400 membutuhkan pendamping jalan pada dua sisi. Lantaran di lokasi masih berupa tanah, dan mudah tergerus air ketika musim hujan hingga sulit dilintasi.
Pj. Kepala Desa Lajuk Anfas Djauhar melalui Sekretaris Desa Suyanto mengakui, pendamping jalan benar-benar sangat dibutuhkan para petani. Sebab ketika masa tanam, maupun masa panen padi para petani kesulitan untuk mengangkut, karena akses jalan penghubung seperti itu.
Diakui Suyanto, pihak Pemerintah Desa Lajuk berupaya melakukan trobosan bantuan pembangunan. Diantaranya melalui pengajuan proposal dan pengajuan Musrenbangdes, namun selalu gagal dan tidak direalisasikan. Padahal jalan itu, untuk meningkatkan hasil pertanian padi.
“Maunya Pemerintah Desa Lajuk melakukan pembangunan namun dengan minimnya anggaran Dana Desa saya kira tidak mungkin. Apalagi melihat obyek jalan penghubung antara Dusun Lajuk dengan Dusun Pandokan, jaraknya cukup panjang sehingga menelan biaya dana anggaran besar, ” kata Suyanto, Rabu (09/09/2020) siang.
Tentang persoalan penerangan jalan umum (PJU) di Desa Lajuk, diakui Suyanto masih butuh penambahan, karena sejumlah ruas jalan masih gelap di malam hari.
Dari catataan Desa, yang belum tersentuh PJU banyak sekali. Salah satunya dilingkungan RT. 04, RT. 05, RW. 02 saat ini kondisinya gelap gulita ketika malam hari. “Hampir 15 tahun jalan desa, kondisi gelap gulita”, tambah Kaur Perencanaan Desa Lajuk Samrotul Fuaddi.
Oleh sebab itu Pemerintah Desa berharap pada instasi terkait di Kabupaten Sidoarjo, segera merealisasikan program pengadaan bantuan pembangunan. “ Agar warga dapat merasakan pemerataan pembangunan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian di Desa,” pungkasnya. (gus)






