Berbeda Elok Hanifah, salah satu bakal caleg Pemilu 2024 dari PDIP menjelaskan modal yang dimiiliki dan lakukan. Perempuan berusia 37 tahun ini menempati dapil 2 atau dapil Mayangan Kota Probolinggo.
“Saya sudah dua kali mencalonkan diri sebagai caleg. Pada Pemilu 2019, tidak berhasil. Modalnya masuk di dunia politik saat itu masih kurang. Lalu, mempelajarinya demi menciptakan SDM yang mumpuni di bidang politik,”tuturnya.
Ternyata, hal yang paling harus dimiliki adalah modal sosial untuk popularitas dekat dengan rakyat berupa pola komunikasi. Misalnya, rakyat bisa menceritakan aspirasi mereka terhadap dirinya.
“Saya ingin angkat adalah kesetaraan gender. Bagaimana perempuan setara dan sama haknya dengan laki-laki dalam mengambil keputusan dan kebijakan. Sehingga harus mendalami apa saja penderitaan perempuan-perempuan di Kota Probolinggo,”terang Elok Hanifah.
Soal dana sosialisasi, Elok Hanjfah tidak sampai memakan ratusan hingga miliaran rupiah. Sebab, dukungan terus berdatangan padanya. Dana yang sudah dikeluarkan, tidak akan mempengaruhinya jika tidak terpilih. Tujuannya hanya untuk menyuarakan apa yang menjadi aspirasi rakyat.
“Kalau saya pribadi tidak sampai segitu, kalau belum terpilih berarti bukan waktunya. Nanti, tinggal menjalani kehidupan sehari-hari. Kalau berharap balik, enggak ya. Kita harus memiliki spirit fighter,” pungkasnya.(hud/red).
