Batu, Memox.co.id – Kasubag Humas Polres Batu Ipda Ivandi Yudistiro bersama Ipda Totok, menggelar diskusi bahannya penyebaran paham radikal di lingkungan Kampus bersama mahasiswa sekolah Jurnalistik, bertempat di Rumah Baca Cerdas Institute Malang, Minggu (17/11/19)
Kepada Memox.co.id Ivandi mengatakan, peran pers dinilai penting untuk ikut andil mengurangi edeologi terorisme berkembang.Karena terorisme adalah membuat rasa takut dan ketidak stabilan negara,maka dari itu.
“Jangan ambil bagian jadi penyebar hoax, kami tidak takut, dan kita bersatu melawan terorisme. Indonesia bersaru melawan segala aksi terorisme.Oleh karena itu peran pers dalam deradikalisasi sangatlah besar
Deradikalisasi adalaah upaya untuk mengubah edeologi pemikiran dan pemahaman seseorang yang semula radikal menjadi tidak lagi radikal. “Jika terus dibiarkan maka akan dengan mudah merusak persatuan dan kesatuan bangsa ini. Akibatnya, paham-paham radikal ini harus dicegah sedini mungkin,”tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Ipda Totok terkait media penyebaran paham radikalisme hasil dari penelitian BNPT Persetujuan Jihad Usia Muda, pada Tahun 2016, silam BNPT menemukan bahwa gejala radikalisme sudah mulai menyebar dikalangan Mahasiswa.
“Dalam survei nya kepada pemuda ditemukan bahwa ada 26 , 7 persen setuju dengan jihad menggunakan kekerasan,” katanya mewakili Kapolres Batu AKBP Harviadi Agung Pratama Sik, M.I.K
Ditegaskan juga olehnya, dalam membangun kesadaran masyarakat akan bahaya paham radikalisme perlu kepedulian segala pihak tidak hanya Polri. Sehinga terorisme tidak berkembang di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), tegasnya .(fik)
