Investasi Capai Rp14 Triliun, Ekonomi Sidoarjo Pulih Lebih Cepat

INVESTASI - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali memaparkan soal kenaikan nilai investasi yang mencapai Rp 14 triliun saat Bimtek Penguatan Perusahaan Alih Daya di Era Industrialisasi dan Digitalisasi, Rabu (08/03/2023).

“Dengan cara bekerjasama yang baik dan membuat orientasi yang konstruktif bagi Kabupaten Sidoarjo, akan dapat menyelesaikan masalah investasi di Sidoarjo. Targetnya, pada akhir Tahun 2023 dua masalah ini terselesaikan,” tegas Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Selain itu, lanjut Gus Muhdlor pertumbuhan ekonomi di Sidoarjo juga terus tumbuh dari minus 3,69 persen naik menjadi 7,53 persen. Angka ini, tidak luput dari kerja sama perusahaan alih daya. Diantaranya yang pertama berperan memberikan wadah tenaga kerja yang produktif sesuai kompetensi dan keahliannya.

“Yang kedua, perusahaan alih daya menjadi sarana membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Ketiga menciptakan kondisi industrial yang lebih kondusif melalui ketaatan ketentuan yang diatur oleh pemerintah,” jelasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo, Ainun Amalia akan terus memantau perusahaan agar mengikuti beberapa regulasi pemerintah untuk kelancaran pertumbuhan investasi di Sidoarjo.

“Sebanyak 50 perusahaan alih daya di Kabupaten Sidoarjo skala besar, sedang dan kecil akan kami bimbing dengan baik. Diantaranya terkait pemahaman dan kesepahaman agar dapat meminimalisir permasalahan ketenagakerjaan dan dapat menyesuaikan di era digitalisasi ini,” urainya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Usman dalam kesempatan ini ikut mendukung adanya kerja sama yang baik antara pemerintah, para pengusaha dan pekerja agar berjalan selaras dengan PP Nomor 35 Tahun 2021. Yakni tentang perjanjian kerja waktu tertentu agar terwujud perlindungan tenaga alih daya. Bahkan DPRD Sidoarjo meminta kepada perusahaan agar ikut menjaga produktifitas dan kesejahteraan pekerja.