Halau Intoleransi di Lingkungan Kampus, UB Malang Luncurkan Kedai Bhinneka

KEDAI: Kedai Bhineka UB Malang sebagai wujud implementasi nilai kebangsaan dan toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Kedai Bhinneka UB Malang: Semangat Bersama Menemukan Kebenaran

Malang, Memox.co.id – Melalui UPT Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (PKM) Universitas Brawijaya (UB) Malang meluncurkan Kedai Bhinneka Brawijaya sebagai ruang inisiasi serta sebagai wujud implementasi nilai kebangsaan dalam menghalau sikap intoleransi di lingkungan kampus, Jum’at (16/12/2022).

“Hadirnya Kedai Bhinneka sebagai bentuk nyata betapa pentingnya menjaga toleransi umat beragama yang selama ini terjaga di UB Malang. Dengan tujuan agar penyemaian bibit toleransi dan inklusivitas lebih efektif di kalangan mahasiswa karena itu UB membentuk sebuah ruang diskusi yang lebih berkesinambungan,” ungkap Kepala UPT Pengembangan Kepribadian Mahasiswa UB Mohamad Anas

Dirinya juga menjelaskan, hadirnya Kedai Bhinneka Brawijaya sebagai ruang inisias, baik itu berbagai ragam gagasan, pandangan, cerita maupun pendapat.

Tidak hanya sekedar membuka Kedai Bhinneka, ide awalnya juga sebagai bentuk implementasi dari agenda perkuliahan MPK (Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia). Dimana acara dengan tajuk ‘Ketika Agama (Tidak) Berjumpa di Kedai Bhineka’ menggandeng banyak narasumber dari berbagai tokoh lintas agama.

BERKUMPUL: Hadirnya Kedai Bhinneka agar penyemaian bibit toleransi dan inklusivitas lebih efektif di kalangan mahasiswa.

Selain itu juga untuk memahami betapa agama-agama mempunyai pandangan yang beragam tentang toleransi dan sekaligus praktiknya. Apalagi jika diangkat pada altar ideologi bangsa, Pancasila yang selalu dinamis dari masa ke masa.

“Dan hal tersebut membuktikan tidak ada kebenaran mutlak di Kedai Bhinneka. Tidak boleh ada klaim kebenaran di Kedai Bhinneka, yang ada adalah semangat bersama menemukan kebenaran,” pungkasnya.

Tentu itu bukan hal mudah karena isu intoleransi hingga radikalisme masih saja terjadi di Indonesia. Indonesia yang berpenduduk 180 juta jiwa, dengan ragam budaya, suku, agama, dan golongan tentu intoleransi dan penguatan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan perlu dijunjung.

Sesuai semboyan dalam Pancasila yaitu Bhineka Tunggal Ika, artinya berbeda-beda tetapi tetap satu menjadi dasar berkehidupan, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai persatuan dan kesatuan Indonesia. (wdy/fik/man)