Hadiri Kejurprov INKAI, M Nabil Minta Cabor Beladiri Gelar Turnamen Minimal 4 Kali Setahun

Hadiri Kejurprov INKAI, M Nabil Minta Cabor Beladiri Gelar Turnamen Minimal 4 Kali Setahun
Ketua Umum KONI Jatim M. Nabil, saat menghadiri Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IINKAI Jatim 2026 di GOR Pancasila, Sabtu (17/1/2026). (dok koni)

MEMOX.CO.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil minta cabang olahraga bela diri untuk menggelar turnamen minimal 4 kali dalam setahun. Menurutnya, keaktifan bertanding adalah kunci melahirkan atlet berprestasi, seperti Joshua, peraih emas SEA Games.

Hal itu disampaikan M Nabil saat enghadiri Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Jawa Timur 2026 di GOR Pancasila, Sabtu (17/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Nabil memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi INKAI Jatim karena rutin menggelar kompetisi.

“Saya berharap ini menjadi pemantik. Prestasi Joshua bermula dari pembinaan yang berjenjang. Semakin sering bertanding, atlet akan semakin kuat beradaptasi,” ujar Nabil.

Nabil meminta tim pemantau bakat internal INKAI Jatim melakukan seleksi secara berkesinambungan. Ia juga menekankan pentingnya standardisasi kondisi fisik, seperti pengukuran VO2Max, kecepatan, dan kekuatan, dalam menjaring atlet potensial.

“KONI Jatim merekomendasikan cabor beladiri setidaknya menggelar kejuaraan tingkat provinsi empat kali setahun. Atlet tidak bisa hanya kuat di latihan, mereka harus kuat di pertandingan untuk menjadi standar dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov INKAI Jatim, Suyanto Kasdi, menjelaskan bahwa kejuaraan kali ini diikuti oleh 1.890 atlet dari 32 kabupaten/kota serta dua afiliasi, yakni AAL dan Kodam V/Brawijaya.

“INKAI hadir dengan motivasi baru untuk melahirkan talenta baru. Kita punya modal prestasi, salah satunya Aura Sinta yang memutus kebuntuan 20 tahun Indonesia di ajang Asian Karate Federation (AKF) tahun lalu,” katanya.

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari (17-18 Januari) ini mempertandingkan sekitar 1.800 kelas, mulai dari kategori pra-dini hingga senior. Selain kelas prestasi, juga disediakan kelas festival untuk membiasakan atlet pemula merasakan atmosfer pertandingan.

Ketua Panitia Pelaksana, Andi Irawan, menambahkan bahwa ajang ini bertujuan memperkokoh ekosistem karate Jatim dan mencari bibit unggul baru.

“Kami ingin mencari Joshua-Joshua baru seperti peraih emas SEA Games, atau Rifki-Rifki baru peraih emas Asian Games,” pungkas Andi. (fin/syn)