Hadapi PON 2024, KONI Jatim dan Cabor NekatPakai Atlet Jebolan Porprov 2022

Surabaya, Memox.co.id – KONI dan cabang olahraga (Cabor) Jatim nekat menggunakan atlet jebolan Porprov untuk ambil bagian dalam Puslatda menghadapi PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara. Alasannya, sebagian atlet senior Provinsi Jawa Timur ini dipastikan tidak akan ambil bagian dalam pesta olahraga nasional tersebut.

Rapat di KONI Jatim

Hal itu mengemuka dari diskusi sementara sejumlah atlet senior di sebagian cabor yang tidak tidak bisa tampil karena menurunnya kemampuan maupun pensiun. Sebagai gantinya, atlet jebolan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim 2022 menjadi harapan baru bumi Jer Basuki Mawa Bea ini. Sejumlah cabor yang berani menyodorkan nama-nama atlet jebolan Porprov 2022 antara lain panjat tebing, sepatu roda, atletik, menembak, tarung derajat, dan basket 5×5 dan 3×3.

“Sebenarnya sudah mendekati catatan atlet Puslatda, setidaknya 30 persen jebolan Porprov bisa masuk. Menurut saya banyak potensinya kali ini,” seru Wakil Ketua KONI Jatim Irmantara Subagjo pria yang akrab disapa Ibag tersebut, dikutip memox.co.id, Rabu, 3 Agustus 2022.

Ditambahkannya, meski begitu, teknik yang bagus saja tidak cukup sebagi modal bertanding di ajang selevel PON. Menurut Ibag, kemampuan fisik dan mental para atlet juga menjadi salah satu perhatian utama. Pasalnya, dari segi pengalaman, pasti para atlet jebolan Porprov 2022 tertinggal dengan para atlet senior maupun calon kompetitor dari berbagai daerah.

Sebab itu, program latihan dari cabor sangat penting untuk menentukan prestasi para atletnya.

“Tinggal gimana kita meningkatkan kemampuan para atlet ini. Selain latihan intensif, pengalaman tanding itu harus diperbanyak. Karena itu, kita harap cabor juga rutin membuat event,” harap Ibag.

Terpisah, Ketua Umum KONI Jatim Muhammad Nabil menyebut, hal yang paling utama dan strategis adalah setiap cabor harus mempunyai atlet untuk mengikuti seluruh nomor pertandingan.

Atas alasan tersebut, Nabil mendesak kepada seluruh pengurus cabor supaya benar-benar menggelar seleksi kepada atlet dan pelatih sebelum merekomendasikan nama-nama ke KONI Jatim.

“Jangan sampai hanya setengahnya. Misal, ada cabor mempertandingkan 10 nomor, lalu Jatim ikut satu nomor. Jangan sampai. Malu sebesar Jawa Timur kalau tidak punya atlet,” tegasnya.

Sementara itu, KONI Jatim telah mempersiapkan jadwal agenda pemanggilan pelatih dan atlet kandidat Puslatda berlangsung pada Kamis pekan sampai Jumat pekan ini.

Pemanggilan cabor tersebut adalah untuk mengetahui sejauh mana persiapan cabor untuk mengisi skuad Puslatda yang dimulai pada Oktober mendatang.

Dalam pemanggilan ini, KONI Jatim lebih banyak berkoordinasi terkait kesiapan cabor mulai dari proyeksi atlet, proyeksi pelatih, rencana program latihan, sampai proyeksi target medali.

Dan, yang paling utama dan paling banyak dibahas adalah terkait potensi atlet. (fin/ono)