Pasuruan, Memo X
Bentuk menyampaikan laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) , Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf tertuang di UU Nomer 33 Tahun 2014 tentang daerah. LKPJ ini disampaijan dalam rapat paripurna pertama di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan pada Senin (1/4/2019).
Disampaikan Gus Irsyad panggilan akrabnya, salah satunya pendapatan daerah di Tahun 2018 capai Rp 3.187.962.193.913. Atau jika dipresentasikan tembus sekitar 97,84 persen.
Sedangkan, belanja daerah Pemkab Pasuruan
Di Tahun 2018 terealisasi Rp 3.140.572.335.212 atau terserap 93 persen dari pendapatan daerah. Belanja daerah itu terdiri dari belanja tidak langsung dan langsung.
Belanja tidak langsung tahun 2018 terealisasi Rp 1.790.163.334.384 atau terserap 96,20 persen. Sedangkan belanja langsung tahun 2018 terserap Rp 1.350.409.000.828 atau sekitar 89,08 persen. Dengan demikian, proporsi belanja tidak langsung terhadap realisasi belanja daerah tahun 2018 sebesar 57 persen, sedangkan belanja langsung sebesar 43 persen. Indikator kinerja utama dikatakan Gus Irsyad berdasarjan RPJMD Tahun 2013-2018. Diantaranya adalah penilaian SAKIP oleh KemenPAN-RB. ” Selain terdapat pencapaian positif, ada juga kekurangan yang harus diperbaiki. Dalam lima tahun ke depan, saya bersama Pak Wabup akan berusaha maksimal mungkin membawa misi dan visi masyarakat Pasuruan maslahat,” ucap Gus Irsyad pada Memo X usai sidang paripurna pertama.
Priode kedua ini, ungkap Gus Irsyad, sederet penghargaan berhasil diraih bersama Wabup Pasuruan. Sudah 15 penghargaan yang berhasil kita terima. “Tujuan utama bukan pada penghargaan yang kita terima. Terpenting adalah motivasi dalam berkarya, serta komitmen,” imbuhnya.
Di tahun ini, lanjut Gus Irsyad, akan menyiapkan strategi untuk meningkatkan pelayanan publik. Beberapa program unggulan juga kita persiapkan, agar kedepan bisa berjalan lebih baik.
Salah satu program unggulan yang kita terapkan, Satria Emas (Pusat layanan ekonomi maslahat). Selain itu, ada juga program, ODHA-link, Surya Mas Jelita (Sehat untuk berkarya, mandiri bersama kelompok jelang eliminasi kusta), Sakera Jempol (Sadari kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan jemput bola), dan Agawe (Ayo Gawe WC). Ada juga program terbaru untuk periode ke depan yakni
rumahku surgaku, Wak Moqidin (Wayahe kumpul mbangun TPQ dan Madin), Kenduren Mas (Kendaraan urun rembug masyarakat), adus kali, Kemisan, satu desa satu bank sampah, Pelasan (Pelatihan santri). (dik)






