Lebih Enak Dari Durian Impor
Malang, Memo X
Selain pariwisata, Kabupaten Malang juga memliki potensi dari sektor pertanian dan perkebunan. Bahkan, dari sektor pertanian, perekonomian masyarakat juga semakin menguat. Tidak hanya itu, hasil pertanian padi yang setiap tahunnya mengalami surplus, membuat Kabupaten Malang juga menjadi lumbung padi nomor dua di Jawa Timur setelah Kabupaten Ngawi.
Tidak hanya padi, hasil perkebunan durian yang berasal dari salah satu desa di Kecamatan Ngantang kini juga telah mulai menjadi buah bibir masyarakat Jawa Timur. Karena rasanya memiliki kekhasan tersendiri, jika dibandingkan dengan durian-durian yang ada di Indonesia ini. Bahkan, durian impor kualitas rasanya masih kalah dengan durian Ngantang.
Bahkan, beberapa waktu lalu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa juga menyempatkan diri untuk turut membuka kegiatan panen durian yang bertepatan dengan Kegiatan Gerakan Membangub Desa (Gema Desa) di Kecamaatan Ngantang. Yang juga merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

“Dengan Ibu Khofifah merasakan durian asal Kecamatan Ngantang, hal ini membuat dia kagum rasa durian Ngantang. Sedangkan tidak hanya kagum rasa durian Ngantang, tapi juga kagum dengan Desa Kaumrejo yang mampu memproduksi buah durian berkualitas dengan rasa khas. Dan Gubernur sendiri merupakan penggemar durian,” ungkap Kepala Sub Bagian (Kasubag) Publikasi dan Dokumentasi Humas dan Protokol Kabupaten Malang Johan Dwijo, Kamis (28/3/2019) siang.
Setelah merasakan durian Ngantang, kata dia, Gubernur mengaku jika durian impor asal negara China jenis Musaki dan Montong asal Malaysia rasanya lebih enak durian Ngantang atau durian lokal.
Sehingga diharapkan China dan Malaysia impor durian dari Jatim, dan para Duta Besar (Dubes) untuk Indonesia belum pernah melihat langsung durian yang ada di Jatim. Untuk itu, Gubernur juga berharap China mengimpor durian dari Jatim, termasuk durian Ngantang.
“Saya sebelumnya tidak mengetahui jika di Kabupaten Malang ini memiliki potensi hasil pertanian durian. Sehingga dengan sudah merasakan sendiri durian Ngantang, maka dirinya

akan promosikan durian Ngantang ini ke para Dubes, agar durian Ngantang bisa mendunia,” kata Johan, saat menirukan uacapan Gubernur Jatim.
Gubernur Jatim sebelum membuka panen durian di Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, terlebih dahulu berkunjung ke Cafe Sawah Pujon Kidul. Dan pada dua tahun lalu, Ibu Khofifah meresmikan café tersebut, bersama Direktur Utama (Dirut) Bank Negara Indonesia (BNI). Sehingga dengan melihat perkembangan café itu, maka Gubernur sangat kaget melihat perkembangannya yang sangat cepat.
Melihat potensi hasil produksi durian Ngantang, kata Johan, Gubernursangat berharap Kecamatan Ngantang akan memiliki sebuah pabrik yang dapat memproduksi makanan oleh-oleh yang berbahan baku dari durian Ngantang.
Dan dari hasil olahan durian itu, nantinya dipasarkan di Bandar Udara (Bandara) Abdulrachman Saleh Malang, yang tidak lama lagi menjadi Bandara Internasional “Begitu juga dipasarkan di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, agar bangsa-bangsa lain tidak hanya mengimpor durian Musaki dan Montong saja, tapi juga mengimpor durian Ngantang,” terang Johan. (kik/man)






