Hal serupa juga disampaikan warga Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang, Aida Nurhidayati yang merasakan getaran cukup lama sejak pukul 19.59 WIB.
“Lumayan lama getaranya ini tadi. Tapi saya tadi gak sampai keluar rumah,” kata dia.
Getaran gempa sempat membuat warga Poncokusumo, Kabupaten Malang keluar rumah. Namun sampai ini belum dilaporkan adanya kerusakan akibat dari gempa tersebut.
“Banyak tetangga pada keluar rumah, getarannya sangat bisa dirasakan,” ujar Kusno warga Poncokusumo.
Kusno menyebut dari informasi yang di dapatkan dari rekannya di beberapa wilayah di Kabupaten Malang, belum ditemukan dampak dari gempa yang terjadi.
“Ampelagading, Turen, Wagir dan beberapa wilayah lain dilaporkan masih aman,” terangnya.
Sementara warga Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Adi Wiyono juga mengaku merasakan gempa tersebut. Bahkan warga di sekitar rumahnya banyak yang keluar.
“Lagi main HP, di kursi kerasa banget, kulkas sampet kelihatan goyang-goyang juga, sempat berhenti beberapa detik, terus gempa lagi,” terangnya.
“Orang-orang tetangga sempat keluar rumah, bilang lindune banter,” sambungnya.
Sebelumnya, gempa berkekuatan M 6,4 di Bantul terasa hingga di Jawa Timur. Getaran gempa terasa hingga di Surabaya dan Malang. Data resmi BMKG Twitter menyebutkan gempa itu terjadi pukul 19.57 WIB. Gempa laut itu berada di kedalaman 25 km dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
“Gempa Mag:6.6, 30-Jun-23 19:57:43 WIB, Lok:8.63 LS,110.08 BT (86 km BaratDaya BANTUL-DIY), Kedlmn:25 Km, tdk berpotensi tsunami,” demikian sebut @infoBMKG yang diunggah pukul 19.59 WIB. (red)
