Surabaya, Memo X
Final Piala Presiden 2019 yang digelar Selasa (9/4) mempertemukan Persebaya Vs Arema FC, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Dibayangi asumsi seteru lama antarkeduanya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, menegaskan, jika perpecahan ini yang diincar oleh negara asing untuk merebut Indonesia.
“Ingat, Arema memang selama ini seakan-akan musuh untuk Bonek. Tapi ingat semua, bahwa itulah yang dicari di luar sana, di luar negeri sana, ingin kita semua terpecah belah. Karena dengan terpecah belah, maka mereka akan mudah sekali masuk ke negara kita. Mereka akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan kita melalui perekonomian karena kita bermusuhan terus. Jadi ayo kita jaga sportivitas kita bahwa kita bersaudara, tidak perlu dilanjut lagi permusuhan itu karena tidak ada gunanya, coba renungkan apa gunanya?,” jelasnya, Selasa (9/4).
Menurutnya, sejak menjabat sebagai Walikota Surabaya tahun 2010 hingga saat ini, sudah berkali-kali menangani pertempuran Persebaya dengan Arema dan sudah banyak korbannya. Oleh karena itu, ia berharap pertandingan leg 1 Final Piala Presiden tersebut tidak ada lagi korban dan pertengkaran, terlebih pertandingan sudah disiapkan sebaik-baiknya.
“Sejak saya jadi WalikKota Surabaya, beberapa kali korbannya, apa kita masih kurang? Satu itu besar sekali bagi keluarganya, saya tidak besok ada korban dan pertengkaran karena saya mencoba menyiapkan yang terbaik untuk pertandingan hari ini,” kata Risma.
Bagi Risma, yang paling penting bukan hanya stadionnya, tapi juga kerukunan yang harus dijaga antar suporter karena tidak ada gunanya bermusuhan terus. “Orang tua kita dan saudara serta anak istri masih butuh kalian semua, jadi tidak ada gunanya seolah-olah ini pertempuran penghabisan, saya berharap sekali lagi kita ingat masa depan kita masih panjang,” imbuhnya.
Selain itu, Risma juga mengajak kepada Bonek untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang ada di GBT, karena yang bangun dan membenahi GBT itu bukan uang walikota atau pun uang DPRD. Namun, uang yang dipakai adalah uang warga Kota Surabaya.
“Yang bangun ini uang kita semuanya, jadi kalau kita merusak fasilitas ini, berarti kita sama saja membuang uang kita. Sayang sekali kan, mending uangnya dibangun untuk perekonomian seperti kalian berusaha, membangun fasilitas sekolah dan bangun jalan dan gorong-gorong supaya Surabaya tidak banjir. Jadi, ayo sama-sama menjaga fasilitas GBT ini,” ungkap dia.
Di dalam pertandingan selalu ada yang namanya menang dan kalah. Untuk itu, Risma meminta kepada Bonek untuk tidak emosi apabila nantinya kalah. Menurutnya, suatu saat nanti pasti akan datang kemenangan yang lebih besar lagi karena sudah menjadi orang yang bijak, sehingga dia berharap pertandingan nanti sore berjalan dengan aman dan kondusif.
“Katanya, kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda, tapi saya ya berdoa supaya Persebaya menang,” tutupnya. (est/ano/jun)
Final Piala Presiden 2019, Risma Ajak Semua Suporter Jaga Sportivitas






