Indeks

Festival Mbois ke-10 Resmi Dimulai, Diskopindag Kota Malang Dorong Ekonomi Kreatif Makin Tumbuh

MEMOX.CO.ID – Festival Mbois ke-10 resmi dimulai di Kota Malang, menandai kian kuatnya geliat ekonomi kreatif di daerah tersebut. Acara tahunan yang telah menjadi ikon kreativitas masyarakat Malang ini mengusung tema “Senyawa Malang Raya untuk Nusantaraya”, yang mencerminkan semangat kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat posisi Malang di kancah nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa penyelenggaraan Festival Mbois sejalan dengan program unggulan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yakni “Seribu Event untuk Kota Malang.” Program tersebut diharapkan menjadi pendorong utama dalam memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus memperkuat sektor ekonomi berbasis industri kreatif.

“Festival Mbois ke-10 ini sangat bagus sekali karena menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pelaku ekonomi kreatif. Kita sadar bahwa ekonomi kreatif berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Eko

Menurutnya, geliat ekonomi kreatif di Kota Malang menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai subsektor, mulai dari kuliner, fashion, kriya, musik, hingga teknologi digital, terus tumbuh pesat dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi di Kota Malang terus meningkat. Sampai hari ini, Malang telah ditetapkan sebagai salah satu kota teraktif di dunia. Ini bukti bahwa kreativitas warga menjadi kekuatan utama. Malang semakin terbuka dan diakui secara nasional maupun internasional sebagai kota yang layak menjadi pusat ekonomi kreatif,” lanjutnya.

Eko juga menekankan bahwa keberhasilan pengembangan ekonomi kreatif di Malang tidak lepas dari sinergi antara berbagai pihak mulai dari pemerintah kota, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga masyarakat luas. Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga semangat inovasi dan produktivitas yang berkelanjutan.

“Semua pihak berperan aktif, mulai dari pelaku ekonomi kreatif, Pemda, Pak Wali Kota, dan Pak Wakil Wali Kota. Semua bersatu dalam semangat untuk terus berinovasi dan berkreasi demi kemajuan Kota Malang,” tambahnya.

Sebagai inisiator utama, Malang Creative Fusion (MCF) menjadi motor penggerak utama penyelenggaraan festival ini. Tahun ini, Festival Mbois juga terhubung dengan kegiatan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF).

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ekosistem ekonomi kreatif di Malang semakin kokoh dan mampu menularkan semangat inovasi ke berbagai daerah lain di Indonesia. Festival ini juga menjadi momentum bagi pelaku usaha kreatif untuk memperluas jejaring, memperkenalkan produk unggulan, serta meneguhkan posisi Malang sebagai salah satu kota kreatif terdepan di tanah air.

Sementara itu, Malang Creative Fusion (MCF) terus menunjukkan komitmennya mencintai dan mengembangkan Kota Malang melalui kolaborasi dan inovasi. Founder MCF, Dadik Wahyu Chang, menyebut kehadiran MCF menjadi penghubung bagi pelaku kreatif untuk mempercepat akselerasi ekonomi daerah.

“Munculnya MCF menandai koneksi dengan kawan-kawan sebagai langkah akselerasi. Kolaborasi melalui Festival Mbois ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi,”paparnya

Menurut Dadik, prinsip MCF berfokus pada tiga hal yakni koneksi, kolaborasi, dan komersialisasi, demi pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang lebih baik.

Dalam rangkaian Festival Mbois ke-10, MCF juga meluncurkan buku karya tiga pendirinya Dadik, Sam Vicky, dan Sam Amar yang ditulis hanya dalam tiga hari dan diterbitkan oleh MNC Publishing.(fat/ume)

Penulis: fatmawatiEditor: Ume Hanifah
Exit mobile version