Malang, MEMOX.CO.ID – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang bersama Anggota DPRD Kota Malang Komisi B dan Komisi C serta 2 paguyuban Pasar Besar Kota Malang Perkumpulan Pedagang Pasar Besar (P3BM), Himpunan Pedagang Pasar Besar Kota Malang (Hippama) telah menyatakan sepakat untuk pembagunan Pasar Besar Malang.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan bahwa para pedagang Pasar Besar Malang Sepakat untuk dilakukan pembangunan secara menyeluruh. Ditandai dengan tanda tangan terkait kesepakatan bersama yang tertuang pada poin-poin untuk dijadikan acuan.
“Kami sudah menyepakati bersama pembangunan Pasar Besar Malang. Tidak ada biaya apapun yang dibebankan kepada pedagang pada saat relokasi dan penempatan kembali. Tidak ada penambahan ataupun pengurangan jumlah kios, dan pertokoan, termasuk jumlah luasan,”ujarnya.
Ia menyebutkan susah 85 persen dari pedagang Pasar Besar yang telah setuju untuk dilakukan pembangunan total. Kemudian sisanya 15 persen pedagang Pasar Besar yang tidak setuju ini, nantinya akan dilakukan pendekatan dengan koordinasi, dan sosialisasi.
Nanti akan dilakukan pendekatan dengan koordinasi dan sosialisasi bahwa kondisi Pasar Besar saat ini sudah tidak layak dan tidak aman. Dengan kondisi tersebut harus segera dilakukan pembagunan.
Sementara itu, Pengurus P3BM, H Rif’an menyatakan jika para pedagang Pasar Besar Malang sudah membuay kesepakatan bersama Pemerintah Daerah untuk pembangunan. Sehingga nanti pembagunan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Saya pengurus P3BM dalam hal ini butuh pembangunan pasar besar, kami setuju sepenuhnya. Kami lihat banyak para pedagang yang menyetujui pembangunan ini. Karena pembangunan kali ini gratis dan tidak ada pungutan biaya sepeser pun,”katanya.
“Kami bersama-sama untuk membuat kesepakatan bahwa untuk Pasar Besar ini akan dibangun oleh pemerintah. Muda-mudaan nanti dalam keadaan aman, sehingga dalam pembangunan nanti dapat berjalan aman dan lancar,”sambungnya.
Disisi lain, Wakil Ketua Hippama, Sulton menyebutkan bahwa para pedagang sepakat terkait pembangunan Pasar Besar. Hal ini karena melihat kondisi pasar yang tidak layak untuk ditempati.
“Kami berharap dengan sangat pada pemkot, bahwa kami pedagang pasar besar dengan jumlah 4.503 itu kembali seperti semula dan tidak ada penambahanan,”imbuhnya.(fat)
Jadi sekarang kalau ada isu penambahan bedak itu hoax. Tidak ada pembayaran. Keluar penampungan gratis, masuk gratis, nol rupiah. Jadi itu harapan kami dan sesuai harapan Pwmkot bahwa kami akan berada di posisi semula dengan ukuran yang sama, itu janji pemkot.(fat)
