Dua Jamaah Asal Kabupaten Malang Batal Berangkat Haji Karena Sakit

MEMOX.CO.ID – Dua calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Malang terpaksa tidak diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah lantaran sakit. Keberangkatannya ditunda menunggu momentum haji berikutnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang H Sahid mengatakan, mereka adalah Rohawi, Warga Desa Putatlor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dan Kanatun, Warga Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

“Mereka masuk kloter 26 dan 29 KBIH Al-Mabrur dan Al-Huda yang terpaksa tidak diberangkatkan lantaran saki,” katanya Kamis (30/5/2024) saat dikonfirmasi melalu sambungan telepon.

Karena sakit itulah, dua orang diganti dengan jamaah lain untuk menutupi kekosongan kursi kloter.

Sahid menambahkan, total semua calon jamaah haji asal Kabupaten Malang berjumlah 1625. Semua sudah diberangkatkan ke Saudi Arabia beberapa waktu lalu, kecuali dua orang ini.

Jamaah yang sakit ini dikatakan karena sakit tua yang betul-betul membutuhkan perawatan. Kalau dipaksakan, takutnya akan berakibat fatal.

Saat ditanya apa ada yang terkonfirmasi sakit jamaah yang sudah tiba di Makkah?, Sahid mengaku, berdasarkan laporkan dari petugas haji, ternyata sudah ada yang dirawat di rumah sakit. Namun J
Jumlahnya tidak mengetahui, karena belum mengikuti perkembangannya.

“Karena memang jamaah kita banyak yang lansia. Tapi yang sakit serius tidak ada, dan mudah mudahan tidak ada,” katanya.

Begitupun dengan orang meninggal dunia. Ia berharap, meskipun banyak yang lansia, CJH asal Kabupaten Malang tidak ada yang sampai meninggal dunia di Makkah.

“Berangkat lengkap pulang lengkap,” harapannya.

Hal-hal yang bisa menjadi penyebab CJH sakit adalah, cuaca yang tidak sama dengan Kabupaten Malang. Selain itu, juga, ada yang menderita penyakit bawaan.

“Kemarin juga ada laporan sandalnya hilang akhirnya dipaksakan keluar dari masjid tidak menggunakan sandal, akhirnya kakinya melepuh,” jelasnya.

“Nah hal-hal yang kecil ini sudah kita infokan untuk mengantisipasi. Tapi kadang jamaah itu tanpa pengawasan jalan sendiri, akhirnya terpisah dari rombongan karen memang di sana banyak,” pungkas Sahid. (nif)