Pamekasan, Memox.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan menyulap bank sampah “plus” Flamboyan, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, menjadi induk. Bank sampah terbesar di Pamekasan itu 90% mengcover sampah yang tersebar di Kelurahan Gladak Anyar.
Selain mengcover sampah di Gladak Anyar, Bank Sampah “Plus” Flamboyan itu juga melayani sampah yang datang dari Kelurahan Barurambat Kota (Barkot) dan Lawangan Daya (Lada). Secara umum, cakupan bank sampah Flamboyan mencakup seluruh sampah se – Kabupaten Pamekasan.
“Siapa yang mau menabung sampah silahkan kesini (Flamboyam). Termasuk di pesantren ada juga dari Banyuanyar sampahnya kesini,” kata Juhari, Kepala Bank Sampah “Plus” Flamboyan.
Selain pesantren, sekolah seperti sekolah alam exelencia (SAE), SMA 3, SMA 1 dan SMP 2 juga menjadi nasabah (langganan). Lalu, ada Rumah Sakit Assifa, Larasati sampah yang bernilai ekonomis dikirim ke Flamboyan.
Jojo-sapaan akrab-Juhari mengatakan, DLH bakal membuka lagi cabang bank sampah. Berupa sub bank sampah. Rencana itu otomatis dengan pembukaan cabang pengangkutan sampah yang dari rumah tangga.
“Karena kebanyakan rumah tangga yang kadang malas memilah sampah yang bernilai ekonomis itu. Akhirnya, Kelurahan berkordinasi dengan RT untuk mengkordinir rumah tangga yang mau bekerja sama dengan kita terkait pengangkutan sampahnya,” ujarnya.
Pelayanan pengangkutan sampah itu kordinator nya adalah RT. Pelayanan pengangkutan sampah rumah tangga itu meliputi Gladak Anyar, Barkot dan Lawangan Daya.
“Pengangkutan sampahnya ke kami. Disini kami pilah. Sebab, ada rumah tangga yang mau memilah, ibu saimah. Biau membawa pilahannya ke sini untuk dijadikan uang,” terangnya.
Koordinator Petugas Pengangkutan Sampah DLH itu mengaku, instansinya memiliki rencana memperkuat jaringan bank sampah. Terutama pengusaha sepeti ABC dan APOLLO.
“Itu mungkin akan upayakan agar sampahnya masuk kesini. karena pemilik usaha itu biasanya sudah memilah. Misal toko ABC sudah memilah kardus-kardus dan sebagainya,” paparnya. (adi/ono)
