Indeks

DLH Kabupaten Pamekasan Sulap Flamboyan Jadi Bank Sampah Induk

DLH Kabupaten Pamekasan Sulap Flamboyan Jadi Bank Sampah IndukDLH Kabupaten Pamekasan Sulap Flamboyan Jadi Bank Sampah Induk
BANK SAMPAH: Petugas dari Bank Sampah Plus Flamboyan saat melakukan pemilahan sampah sebelum di timbang.

Pamekasan, Memox.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan menyulap Bank Sampah ‘Plus’ Flamboyan, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, menjadi bank sampah induk terbesar di Pamekasan dengan mengcover 90% sampah yang tersebar di Kelurahan Gladak Anyar.

Seperti yang dikatakan Juhari Kepala Bank Sampah ‘Plus’ Flamboyan, selain mengcover sampah di Gladak Anyar, Bank Sampah ‘Plus’ Flamboyan juga melayani sampah yang datang dari Kelurahan Barurambat Kota (Barkot) dan Lawangan Daya (Lada).

“Secara umum, cakupan Bank Sampah Flamboyan mencakup seluruh sampah se-Kabupaten Pamekasan. “Siapa yang mau menabung sampah silahkan kesini (Flamboyan). Termasuk di pesantren ada juga dari Banyuanyar sampahnya kesini,” ujarnya, Selasa (25/05/2021).

Dikatakan juga olehnya, selain pesantren, sekolah seperti sekolah alam exelencia (SAE), SMA 3, SMA 1 dan SMP 2 juga menjadi nasabah (langganan). Termasuk dari RS (Rumah Sakit) Assifa, Larasati sampah yang bernilai ekonomis dikirim ke Flamboyan.

“Insyaallah dalam waktu dekat DLH bakal membuka lagi Cabang Bank Sampah, berupa sub Bank Sampah. Rencana itu otomatis dengan pembukaan cabang pengangkutan sampah yang dari rumah tangga,” ungkapnya.

Lebih jauh dirinya menuturkan, dari dari fakta di lapangan kebanyakan banyak rumah tangga yang kadang malas memilah sampah yang bernilai ekonomis itu.

Pelayanan pengangkutan sampah itu kordinatornya adalah RT. Pelayanan pengangkutan sampah rumah tangga itu meliputi Gladak Anyar, Barkot dan Lawangan Daya.

“Kelurahan berkordinasi dengan RT untuk mengkordinir rumah tangga yang mau bekerja sama dengan kita terkait pengangkutan sampahnya,” terangnya.

TIMBANG: Proses timbang hasil sampah yang sudah dipilah.

“Pengangkutan sampahnya ke kami. Disini kami pilah. Sebab, ada rumah tangga yang mau memilah, ibu saimah. Biau membawa pilahannya ke sini untuk dijadikan uang,” imbuhnya.

Koordinator Petugas Pengangkutan Sampah DLH itu mengaku, instansinya memiliki rencana memperkuat jaringan bank sampah. Terutama pengusaha sepeti ABC dan APOLLO.

“Itu mungkin akan upayakan agar sampahnya masuk kesini. karena pemilik usaha itu biasanya sudah memilah. Misal toko ABC sudah memilah kardus-kardus dan sebagainya,” paparnya. (adi/fik)

Exit mobile version