Malang, MEMOX.CO.ID – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman mengaku, jumlah truk pengangkut sampah yang ada di Kabupaten Malang saat ini diakui kurang. Pernyataan ini disampaikan Dzulfikar saat ditemui di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, pada Senin (13/1/2025) lalu.
Bayangin saja, dari 33 kecamatan dan 390 desa/kelurahan se-Kabupaten Malang, truk pengangkut sampah saat ini hanya sekitar 68. Padahal idealnya per-desa harusnya ada satu truk sampah.
“Saat ini masih 68 truk pengangkut sampah. Idealnya per-desa satu truk pengangkut. Jadi harus 390 truk,” katanya.
Apalagi perhari jumlah sampah yang tertangani DLH Kabupaten Malang sekitar 600 ton. Sementara, dengan populasi penduduk hampir 3 juta jiwa, dengan rasio timbunan sampah 0,5 persen, sampah yang dihasilkan bisa mencapai 15 ribu ton. Oleh karena itu, kendala terutama dalam hal pengangkutan sampah ini diakui harus bisa dipecahkan.
“Jadi solusinya kami berkolaborasi dengan corporate social responsibility (CSR) seperti Bank Jatim,” katanya.
Sebab, imbuh Dzulfikar, anggaran terbesar saat ini berfokus terhadap tiga bidang. Yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan. Sementara bidang sampah sendiri hanya Rp14 miliar per tahun.
Padahal jikalau ingin optimal penanganan sampah, idealnya anggaran yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk sampah ini, harusnya sebesar 3 persen. Kalau PAD-nya Rp5 triliun misalnya, maka sebesar Rp150 miliar untuk penanganan sampah.
“Tetapi kami hanya Rp14 miliar untuk penanganan sampah,” lanjutnya.
Kendati dengan demikian, membangun kerjsa sama dengan pihak ketiga adalah jalan terbaik untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Supaya sampah-sampah yang ada di Kabupaten Malang bisa teratasi.
“Kita akan ada program dari pendonor yakni berupa tambahan roda tiga 28 unit sama truk amrol satu, kemudian juga dari Bank Jatim kendaraan roda tiga dan truk amrol. Walaupun memang untuk menambah cakupan layanan, masih butuh banyak,” pungkasnya. (nif).
