Masih kata Supriatna, mahasiswa tak boleh tabu dengan politik. Lantaran perjalanan masa depan bangsa ini salah satunya akan ditentukan kebijakan politik.
“Sesungguhnya setiap orang ingin hidup sejahtera, aman dan nyaman. Untuk mencapai tujuan itu, perlu sekiranya memperhatikan perkembangan politik sedang berlangsung. Karena keputusan atau hasil politik akan mempengaruhi arah pembangunan bangs aini,” tandas dia.
Acara Talk show Pemilu Damai 2024 di Auditorium Gedung Sipil Polinema hasil kolaborasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BANKESBANGPOL) dan Politeknik Negeri Malang. Selain dihadiri oleh mahasiswa dan akademisi juga dihadiri oleh Mochamad Arifudin sebagai Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang periode 2023-2028. Muhammad Nur Widianto Kepala Dinasomunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Rinawati Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Malang dan Direktur Politeknik Negeri Malang, Supriatna Adhisuwignjo.
Acara puncak adalah diskusi dengan Arifudin selalu Ketua Bawaslu yang berharap PEMILU 2024 harus Damai dan kondusif maupun SARA. Harapan agar tetap menjaga kondusifitas Kota Malang yang sampai hari ini Damai dan tidak ada arah adanya penyimpangan maupun perpecahan.
“Arah kebijakan sosial dan politik membawa spirit agar bersama-sama berpartisipasi dalam PEMILU 2024 damai dan kondusif,” ujar Arifudin . (ind/man)






