Dinas PU Pengairan Banyuwangi Komitmen Dukung Ketahanan Pangan

Dinas PU Pengairan Banyuwangi Komitmen Dukung Ketahanan Pangan
Plt Kadis PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo (F: Aras Sugiarto, Memo X)

Banyuwangi, Memox – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi memiliki peran yang cukup besar untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan di Banyuwangi.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, pihaknya masih terus berkomitmen mendorong hasil panen petani agar melimpah dengan tercukupinya jaringan irigasi.

“Berkat jaringan irigasi yang menyuplai air ke persawahan, hasil panen padi petani yang terjadi satu tahun terakhir ini justru cenderung mengalami surplus atau hasil panen melebihi jumlah biasanya,” ujarnya.

Guntur membeberkan, dari data Dinas Pertanian dan Pangan, pada tahun 2020, Banyuwangi menghasilkan 788.971 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 495.079 ton beras. Adapun tingkat konsumsi beras sebesar 165.411 ton. Sehingga pada 2020 terdapat surplus 329.668 ton beras.

“Itu menunjukkan tren dari peningkatan jumlah produktivitas padi, salah satunya didukung oleh tambahan adanya jaringan irigasi yang kita berikan,” kata Guntur, Kamis (25/3/2021).

Plt Kadis PU Pengairan menjelaskan, adapun petak-petak sawah yang terairi dalam tahun 2019 hingga 2020 terus meningkat. Cakupan luasan selama tiga kali panen dalam setahun juga terairi dengan baik, sehingga produksinya bertambah.

“Pembangunan yang kita lakukan terhadap jaringan irigasi, untuk pemenuhan dan mempercepat air yang dari embung, dari sungai, dari sumber ke petak sawah benar-benar ada korelasi dan ada hasilnya,” jelasnya.

Dia menambahkan, bertambahnya jaringan irigasi, dan terbangunnya jaringan irigasi baik sekunder tersier dan perbaikan-perbaikan rehabilitasi, kedepan akan menambah jumlah area sawah yang bisa terairi.

“Tahun 2021 ini juga masih ada tambahan irigasi-irigasi baru. Tapi karena kondisi pandemi, kita juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat padat karya,” pungkasnya. (ras/mzm)