Difasilitasi Jual Gabah Langsung Ke Bulog, Petani Bojonegoro Beri Apresiasi Langkah Bupati

Sejumlah petani bersama Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah berkesempatan melihat langsung Modern Rice Milling Plant (MRMP) milik Bulog di Desa Kunci. (foto:ist)

Langkah ini merupakan pertama kalinya Bupati mengajak petani ke Bulog. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan, petani perlu memotong mata rantai distribusi dengan menjual langsung ke Bulog. Dengan ini, petani juga memiliki kepuasan direct selling ke Bulog. Petani sebagai mitra harus menjaga komitmen dan mengikuti standar yang telah ditentukan oleh Bulog.

Dalam proses pembayaran, Bupati menekankan bahwa pembayaran langsung diterima petani asal ada kelengkapan administrasi, serta quality control yang berjalan sesuai mekanisme. “Kerjasama harus sehat dan saling menguntungkan,” imbuh Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Helmi Elisabeth menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi oleh Bupati Anna sebab program bupati selalu berkelanjutan. Untuk itu, poktan/gapoktan dapat memanfaatkan kesempatan yang ada.

“Rakor ini juga dihadiri 17 poktan penerima Combine Harvester pada 2022. Sementara 9 poktan/gapoktan untuk transformasi skala usaha melalui badan usaha milik petani,” jelasnya.

Pihaknya berpesan untuk mempertahankan kualitas gabah, karena pada tahun 2022 yang lalu pemkab telah memiliki MoU dengan Bulog. MoU didasarkan pada konsentrasi perhatian Bupati karena Bojonegoro dari 83.000 hektar sawah dengan produksi gabah pada 2022 tercapai sebesar 870.517 ton dan merupakan penghasil gabah terbesar ketiga se-Jawa Timur.

“Dengan berdirinya pabrik MRMP di Desa Kunci jadi nilai tambah untuk petani Bojonegoro. Juga dari kegiatan ini poktan mendapat informasi dari Bulog bagaimana cara suplai gabah ke Bulog. Pengusaha sukses harus menjaga kualitas,” ujarnya. (*/sgg)