Indeks

Diduga Tak Transparan, Perangkat Desa Purwoasri Protes Lelang TKD

Kantor Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember.

Jember, Memox.co.id – Tanah Kas Desa (TKD) Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember, diduga proses lelangnya tidak transparan. Pasalnya, fakta di lapangan proses lelang tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh perangkat, Rabu (26/5/2021).

Menurut sumber bernama inisal M mengatakan, uang dari proses lelang tahun 2021 tersebut seharusnya masuk ke rekening desa.

“Tapi faktanya tidak demikian, uang tersebut dijadikan atau dibagikan kepada wakil kepala dusun (Wakasun) selaku penerima haknya cuma menerima Rp 2.800.000 yang diberi oleh Kades, dan seharusnya masing- masing perangkat yang mendapatkan haknya dan juga perangkat seperti Wakasun yang seharusnya dapat Rp 8.000.000,” ungkapnya serius.

Wakasun Sambileren, TP kepada beberapa media menjelaskan, pada waktu tahun 2017 waktu Kadesnya Sauri dulu ia selaku Wakasun Sambileren mendapat uang dari tanah kas desa pertahun dengan utuh yaitu delapan juta rupiah.

“Namun, semenjak kades Syaiful Bahri, saya selaku Wakasun Sambileren (TP) mendapat 2.800.000 dan ini dibayar tanggal 28 bulan mei 2021, sedangkan yang tahun 2019 – 2020 dicicil sama Kades tapi sudah lunas,” keluhnya.

“Harapan semua perangkat desa Purwoasri, yang mempunyai hak dari tanah kas desa tersebut, harus utuh uang tersebut. dan kami tidak mau dibayar dengan dicicil sama kepala desa Syaiful Bahri dan sesuai dengan Perdes,” katanya.

Sementara Syaiful Bahri selaku kepala desa Purwoasri yang dikonfirmasi awak media melalui via telpon seluler nya mengatakan, belum ada proses lelang dan hari Kamis ini mau lelang.

“Dan harus sesuai prosedur kalau saya. Sesuai dengan Badan Permusyawaratan Dess (BPD) tahapannya biasanya tiga kali kan, empat bulan- empat bulan dan sesuai dengan haknya masing- masing, Wakasun kan ada, dapat berapa dan semua itu ada, dan di APBDesnya kan ada sudah, tidak sampai delapan juta, berapa gitu ada pokoknya di RABnya, saya gak akan pegang uang begitu,” pungkasnya. (tog/mzm)

Exit mobile version