Indeks

Di Tempat Covid-19 Pertama Kali Muncul, Ribuan Orang Berdesakan Hadiri Festival Musik

RAMAI: Festival musik yang digelar di salah satu water park yang berada di Kota Wuhan.
RAMAI: Festival musik yang digelar di salah satu water park yang berada di Kota Wuhan.

Ribuan orang berdesakan dan bersorak-sorai saat menghadiri festival musik yang digelar pada akhir pekan ini di salah satu water park yang berada di Kota Wuhan, China, tempat Covid-19 pertama kali muncul pada akhir tahun lalu.

Nampak pengunjung menikmati jalanya festival tesebut dengan mengesampingkan protokol kesehatan, terlihat sangat kontras dari wabah Covid-19 yang terus diperangi diseluruh dunia.

Di kota berpenghuni 11 juta jiwa tersebut, kehidupan memang kembali berangsur normal. Pusat perbelanjaan mulai dibuka kembali, angkutan umum mulai beroperasi dan orang-orang perlahan mulai berani keluar rumah, meskipun physical distancing masih diberlakukan dan masker harus tetap dipakai.

Wuhan belum memiliki kasus penularan virus Corona secara lokal sejak pertengahan bulan Mei. Dan sekitar 9,9 juta orang di kota telah dites virus tersebut.

Dikutip dari laman BBC.Com, Sanjaya Senanayake, salah seorang pakar penyakit menular dari Universitas Nasional Australia, mengatakan bahwa meski mayoritas penduduk kota telah diuji, masih ada risiko virus ditularkan dari tempat lain.

“Masalahnya adalah kita belum memberantas Covid-19, dan artinya selama tidak diberantas, masih ada risiko terkena, baik dari luar negeri atau di tempat lain,” katanya.

Dia menunjuk contoh kasus yang terjadi di Selandia Baru, yang tidak memiliki kasus penularan secara lokal selama lebih dari tiga bulan, sebelum lonjakan kasus baru dilaporkan awal pekan lalu.

“Sebuah penelitian dari London menunjukkan bahwa sekitar 10-20% orang dengan Covid-19 bertanggung jawab atas sekitar 80% kasus. Jadi, jika Anda mengumpulkan sekelompok besar orang, anda benar-benar harus berhati-hati. Bahkan jika satu orang terkena virus, anda berada dalam masa-masa sulit,” urainya. (fik)

Exit mobile version