Indeks

Di Kediri Anggota Komisi X DPR Ahmad Dhani Soroti Kurikulum dan Sejarah

MEMOX CO.ID – Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Ahmad Dhani Prasetyo yang membidangi urusan Pendidikan, Olahraga, dan Pariwisata menghadiri sarasehan kebangsaan di Brilliant Kampung Inggris, Pare, Kediri. Sabtu (25/7/2026)

Mengusung tema ‘Membangun Generasi Unggul Melalui Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga’, sarasehan kebangsaan di Kampung Inggris Pare, Kediri, dihadiri oleh siswa Brilliant Masyarakat Adat.

Dalam reses tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penyempurnaan kurikulum pendidikan nasional.

Ahmad Dhani menilai dunia pendidikan harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, evaluasi dan penyempurnaan kurikulum yang kini tengah dilakukan pemerintah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan sistem pembelajaran yang lebih relevan bagi anak muda.

“Kita sedang berusaha memperbaiki kurikulum yang mungkin kurang begitu sempurna. Pemerintah sekarang banyak merubah dan memaksimalkan,” ujar Ahmad Dhani.

Selain pembaruan kurikulum, Ahmad Dhani juga menyoroti langkah Kementerian Kebudayaan yang tengah mengoreksi sejumlah catatan sejarah. Ia menilai penyempurnaan materi sejarah sangat krusial agar generasi muda memahami identitas bangsanya secara utuh.

Menurutnya, wawasan kebangsaan yang kuat adalah fondasi utama dalam membentengi karakter generasi penerus dari gempuran arus globalisasi.”

“Termasuk bahkan Menteri Kebudayaan sendiri banyak mengoreksi sejarah-sejarah sehingga pengetahuan soal kebangsaan generasi muda makin kohesif,” katanya.

Ahmad Dhani juga memuji peran historis Kampung Inggris Pare sebagai pusat belajar bahasa asing selama puluhan tahun.

Menurutnya, kemahiran berbahasa internasional merupakan modal strategis bagi masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan dunia.

Melalui lembaga seperti Kampung Inggris, Ahmad Dhani optimistis akan lahir generasi penerus yang mampu berkiprah di tingkat dunia, sembari tetap menjaga akar budaya dan nasionalismenya.

“Pesan-pesannya ya karena ini Kampung Inggris, sekolah Inggris, semoga bahasa Inggris bisa membuka jendela pengetahuan dunia,” pungkasnya (kel/fik)

Exit mobile version