Dewan Sebut, Banyak Halte Mangkrak Karena Pergeseran Moda Transportasi Konvensional ke Online

FT. Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq. (MemoX/nif).
FT. Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq. (MemoX/nif).

MEMOX.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, menanggapi banyaknya halte di Kabupaten Malang mangkrak alias tidak berfungsi sebagai mana peruntukannya. Pasalnya, hal itu karena telah terjadi pergeseran moda transportasi konvensional ke tranportasi online.

Menurut Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq mengatakan bahwa, saat ini orang-orang lebih memilih naik transportasi online yang bisa antar jemput langsung ke tempat tujuan.

“Dari pada harus ke halte dulu untuk naik angkutan, orang lebih memilih naik transportasi online,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra ini melanjutkan, dengan demikian, keberadaan halte yang tidak berfungsi ini bisa dirobohkan untuk tata ruang kota. Sebab jika dilakukan renovasi, dikatakan Zia hal tersebut tidak berguna.

“Makanya kami tidak mengusulkan apa-apa berkenaan dengan renovasi halte, karena tidak ada gunanya,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupatena Malang.

Lebih lanjut ia menambahkan, apalagi saat ini, keberadaan angkutan umum kondisinya mati segan mati tak mau. Sebab pergeseran transportasi konvensional ke online, membuat orang dengan mudah mencari angkutan. Baik itu ojek online, maupun mobil dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan.

Kemudahan itu tidak didapatkan penumpang ketika menggunakan bus maupun angkutan lainnya. Bahkan seperti di pabrik padat karya, karyawan lebih memilih untuk menyewa kendaraan seperti elf atau angkutan dengan sistem berlangganan untuk antar jemput.

“Makanya banyak halte yang mangkrak karena angkutannya nggak ada. Ada juga bus antar kota kalau di Kabupaten Malang contohnya bus ke Blitar, apakah mereka turun ke halte? Ya menurut saya enggak mereka lebih pilih turun depan gang,” katanya.

“Makanya kami tidak mengusulkan apa-apa renovasi halte,” lanjutnya.

Sehingga, Zia pun mendorong kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, agar memperbanyak lampu peringatan (waning light) di Kabupaten Malang. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan pada pelajar.

“Mending dibuat lampu peringatan atau untuk penyeberangan yang tinggal pencet orang bisa menyeberang,” pungkasnya. (nif/ume).