Indeks

Desa Kecil dengan Tiga Cakades

Pilkades Wonorejo Bantur

MemoX.co.id

       Desa Wonorejo Kecamatan Bantur,  satu diantara 268 desa di Kabupaten Malang pada 30 Juni mendatang akan mengikuti pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Dilihat dari topografi jumlah daftar pemilih tetap (DPT di Desa Wonorejo hanya  1.022 jiwa. Yaitu terdiri dari 11 RT dan 3 RW.

Tapi dalam Pilkades mendatang, ada tiga kandidat calon Kades siap maju dan bersaing untuk menduduki jabatan Kades Wonorejo hingga enam tahun kedepan. Dari ketiga Cakades itu masing-masing, Hari Lumakso Cakades petahana dengan nomor urut 1. Ada juga Iswanto Basuki mantan Kades Wonorejo dua periode lalu duduk di kursi nomor urut 2.

Selanjutnya Tri Basuki, putra daerah asli Wonorejo, sesuai nomor undian. Ia duduk dikursi nomor urut 3. Hari Lumakso, Cakades incumbent  nomor urut 1 menjelaskan, jika pihaknya kembali terpilih sebagai Kades Wonorejo untuk periode 2019-2024 mendatang.

Ingin mengentaskan kemiskinan juga meningkatkan potensi wisata desa.  “Desa Wonorejo mempunyai wisata alam yang cukup menarik  yaitu Kedung Darmo. Kedepan,wisata tersebut akan kami sempurnakan, seperti halnya perbaikan insfrastruktur. Dengan demikian,wisata tersebut akan lebih banyak dikunjungi baik oleh kalangan domestik bahkan wisatawan mancanegara,”ujar Hari Lumakso Rabu (15/5/2019) kemarin.

 Hal yang tak kalah penting, tambah  Harsono Warso mantan Kades Wonorejo tahun 1997 silam ini, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang baru ia bentuk dapat  berkembang dengan baik,sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

 Terpisah, Camat Bantur Trisulawanto menjelaskan, Pilkades serentak untuk Kecamatan Bantur akan berlangsung di 7 desa. Seperti, Rejoyoso, Wonokerto, Rejosari, Bantur dan Wonorejo, Bandungrejo dan Pringgondani.

Dalam pelaksanaan Pilkades nanti Camat berharap,semuanya berjalan lancar,sukses,aman dan terkendali. Sekilas tentang Desa Wonorejo, memiliki air terjun yang bertingkat. Hal itu merupakan keunikan tersendiri,karena itu  sangat jarang di temukan tempat lain di area kabupaten Malang.

  Adalah wisata air terjun ini biasa disebut warga sebagai air terjun Kedung Darmo. Kedung Darmo sendiri diambil dari kata “Kedung” yang berarti kedalaman dan “Darmo” merupakan salah satu pemilik sawah disekitar air terjun.

 Oleh karena itu warga menyebutnya Kedung Darmo. Air terjun ini bagai “secret heaven” atau surga yang tersembunyi bagi para penikmat alam yang masih alami dan belum ramai dikunjungi. Walaupun demikian menurut warga sekitar kawasan wisata, air terjun ini setiap hari selalu ada yang mengunjungi dari berbagai kalangan dan berbagai daerah. Mulai dari wisatawan dari luar kota yaitu Surabaya, Blitar dll adapun beberapa wisatawan asing yang pernah berkunjung kesana.

  Selain itu, ada juga  potensi wisata lain berupa perbukitan ala paralayang di kota Batu yang menawarkan panorama pemandangan alam desa Wonorejo.Seperti  aliran sungai yang membelah desa tersebut dengan desa lain. Uniknya apabila kita berdiri diatas bukit tersebut, terlihatlah aliran sungai mulai dari atas hingga paling bawah dan membentuk kolam yang berisikan air yang sangat bersih yang berwarna biru kehijauan.

Sehingga dari tempat itu kita bisa melihat pemandangan alam yang asri khas Malang Selatan ditambah aliran sungai yang membentuk air terjun. “Jika  kita datang ke air terjun Kedung Darmo mata kita akan dimanjakan dengan keindahannya,” pungkas dia. (sur/man))

Exit mobile version