Debat Warnai Paparan KUA-PPAS dengan DPRD

21
0
Rapat perdana pembahasan KUA-PPAS antara Bupati Hendy Siswanto dan Badan Anggaran DPRD Jember, Selasa malam (30/3/2021).

Jember, Memox.co.id – Bupati yang didampingi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Jember sudah mulai membahas KUA-PPAS, Selasa malam (30/3/2021). Namun, saat paparan KUA PPAS yang berlangsung di salah satu ruangan gedung dewan tersebut sempat terjadi perdebatan.

Menurut informasi yang diterima awak media pemicu perdebatan adalah Nurhasan, anggota Badan Anggaran dari Fraksi PKS yang nota bene adalah partai pengusung Hendy-Firjaun pada Pilbup 2020 lalu.

Nurhasan saat itu mempertanyakan KUA-PPAS yang sebelumnya pernah dikirimkan oleh sebelumnya, Bupati Faida. Pertanyaan ini kemudian disikapi oleh anggota lainnya. David Handoko Seto dari Fraksi Nasdem dan Siswono dari Fraksi Gerindra yang juga pengusung, ‘menghabisi’ Nurhasan.

Ketua DPRD, Jember Itqon Syauqi sebelum rapat telah mengingatkan Bupati akan kemungkinan-kemungkinan adanya interupsi atau perdebatan saat rapat anggaran dengan Badan Anggaran DPRD.

”Yang menjadi sorotan tadi itu terkait starting poin, bahwa Pak Nurhasan tadi protes bupati sebelumnya sudah pernah mengirimkan KUA-PPAS, kemudian disanggah temen-temen yang lain,” jelas Itqon.

Meski sempat sedikit menghangat, permasalahan tersebut selesai setelah Itqon menjelaskan, KUA PPAS era Bupati Faida telah ditolak dan dikembalikan karena dinilai oleh DPRD cacat prosedur.

”KUA PPAS yang kemarin (dari Bupati Faida) sudah kami dikembalikan kepada bupati sebelumnya karena menurut Gubernur cacat prosedur,” katanya legislator dari PKB itu.

Masih menurut Itqon, tidak perlu mengkhawatirkan keabsahan KUA-PPAS yang saat ini dibahas. Pasalnya, Bupati telah berkomunikasi dengan Gubernur hingga Dirjen Otoda Kemendagri terkait keabsaahan pembahasan Raperda APBD.

”Kan bupatinya sekarang Pak Hendy jadi KUA-PPAS nya pakai KUA-PPAS Pak Hendy. Terlebih Bupati dengan saya telah ketemu Gubernur, Dirjen Otoda Kemendagri siap pasang badan karena Jember ini extra ordinary. Negara tidak ingin Jember menjadi satu-satunya daerah yang tidak mempunyai APBD dua tahun berturur-turut,” katanya.

Sementara itu Bupati Jember, Hendy Siswanto saat dikonfirmasi, membenarkan ada sedikit perdebatan soal mekanisme teknis dalam paparan KUA PPAS tersebut. ”Eyel-eyelan dikit-dikit aja, asyiklah,” katanya sembari tertawa.

Lebih jauh Hendy menyampaikan, menerima masukan dan kritik dari Banggar DPRD Jember. Karena targetnya agar APBD ini bisa segera diselesaikan pembahasannya, ditambah lagi dirinya mengaku bisa ada yang bisa direvisi dari masukan Banggar maka akan segera di revisi saat itu juga.

Langkah ini, dimaksudkan agar pembahasan APBD bisa segera selesai sesuai dengan target. Maka besok Rabu (31/3/2021) sudah mulai dibahas detail KUA PPAS dimasing-masing komisi bersama organisasi perangkat daerah (OPD), dan dirinya akan siap mengawal pembahasan KUA PPAS di DPRD Jember. (vin/mzm)