Lebih lanjut, ia menjelaskan rata-rata di Desa Sumberoto untuk petikan pertama dan harganya Rp42 ribu per kilogram, yang menurut Wiji harga ini lebih mahal dari tahun lalu yang harga tertinggi tembakau hanya kisaran Rp27 ribu saja.
“Bahkan di sini berebut untuk mendapatkan tembakau rajang, ada juga tengkulak yang memberi uang DP para petani sebelum tembakaunya kering siap setor,” pungkasnya. (*/sgg)
