Malang, Memox.co.id – Dandim 0818 Kabupaten Malang – Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan dialog lintas agama yang diselenggarakan FKUB Kabupaten Malang bertempat di Pendopo Kabupaten Malang Jln. Panji Kepanjen Kab.Malang, Senin (30/12/19)
Dalam dialog lintas agama dengan tema ” Memperkokoh kerukunan umat beragama dan menegakkan kebangsaan dalam bingkai NKRI” Dihadiri Bupati Malang H.M Sanusi, Kepala Kesbangpol Kabupaten Malang Bahrudin.
Ketua MUI Kabupaten Malang K.H Fadhol Hija,Prof.Dr.Hj Ummi Sumbula M.Si Guru besar UIN Maliki Malang para Tokoh agama Kab.Malang, Tokoh Pemuda,Tokoh Adat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang.
Usai kegiatan Ketua FKUB Kabupaten Malang KH. Romadhon Khotib mengatakan, dialog lintas agama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang dinilai memiliki arti penting dan strategis. Ini karena bangsa Indonesia tengah mengalami ujian yang dapat mengganggu rasa semangat, jiwa dan persaudaraan.
“Kegiatan dialog lintas agama ini sangat bermanfaat untuk dijadikan momentum dalam berdialog, bertukar pikiran dan mencari solusi dalam upaya membangun kehidupan dan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Malang yang lebih baik,” ujarnya.
Usai menjadi narasumber Dandim 0818 Letkol Inf Ferry Muzawwad S.I.P, menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini tidak lain untuk menjaga kerukunan antar umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian dan saling menghormati dalam pengamalan ajaran agama serta kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadi kerukunan itu menjadi persyaratan bagi terwujudnya integrasi nasional dan integrasi itu menjadi prasyarat bagi keberhasilan pembangunan nasional,”ujarnya.
Dandim 0818 juga mengimbau, disamping upaya-upaya tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan konflik melalui peningkatan dialog antar umat beragama dengan melibatkan tokoh-tokoh agama bersama FKUB Kabupaten Malang pada khususnya.
“Terutama dalam mengantisipasi terhadap potensi konflik dan ketegangan sehingga potensi itu tidak berkembang menjadi konflik nyata dan kekerasan,” harapnya. (fik)
