Pasuruan, Memox.co.id – Sejumlah sekolah di Kabupaten Pasuruan mengalami penurunan jumlah siswa signifikan. Penurunan tersebut dipengaruhi dampak pandemi yang membuat orang tua memilih untuk mengirim anaknya ke pesantren.
Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Syafi’i saat mendampingi Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan, Ninuk Ida Suryani menjelaskan, pandemi Covid-19 memang memberi dampak terhadap sekolah negeri. Ada penurunan jumlah siswa di sekolah negeri. Tidak hanya di tingkat SD tetapi juga di tingkat SMP.
“Khususnya untuk tingkat SMP. Ada penurunan yang cukup signifikan, kalau dibandingkan dengan SD,” terangnya.
Ia mencatatkan, ada setidaknya 657 lembaga SD di Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah itu, sejumlah lembaga memang mengalami penurunan. Namun, yang signifikan, terjadi di dua lembaga.
Yakni di SDN Karangsentul, Kecamatan Gondangwetan dan SDN Tawangrejo 2, Kecamatan Pandaan. Penurunan siswa yang terjadi, sampai 24 siswa hingga 30 siswa. Akibatnya, mempengaruhi jumlah rombel. Semula, masing-masing ada tiga rombel. Namun, tahun ajaran baru 2021 ini, hanya ada dua rombel.
Kondisi lebih parah, terjadi ditingkat SMPN di Kabupaten Pasuruan. Dari 63 lembaga, ada enam lembaga SMPN yang jumlahnya turun drastis. Keenam SMP itu, mencakup SMPN 2 Gondangwetan, SMPN Lekok, SMPN 2 Lumbang, SMPN 2 Nguling, SMPN 1 Prigen dan SMPN 1 Rejoso.
Rata-rata, berkurang 24 siswa hingga 56 siswa. Dampaknya, rombel belajar yang ada pun berkurang satu rombel dari tahun ajaran sebelumnya.
Menurut Syafi’i, awal tahun ajaran baru, system pendidikan masih diberlakukan Daring. Tidak sedikit wali murid yang akhirnya memilih memondokkan anak-anaknya.
“Sebagai orang tua, tentu ingin mendapatkan anaknya pembelajaran. Sementara saat syistem daring diterapkan, membuat beban orang tua berat. Akhirnya, mereka memilih untuk memondokkan anaknya, sebagai pilihan,” bebernya.
Selain itu, ada kekhawatiran juga dari orang tua. Akan paparan virus Covid-19 pada anaknya. Sehingga, mereka memilih untuk menjadikan lembaga Ponpes sebagai pilihan.
“Khusus untuk SMPN 1 Prigen, memang ada penyesuaian pagu. Sehingga, ada pengurangan Rombel,” tutupnya. (rif/mzm)
