Alasan Terjadinya Culture shock
Ada beberapa alasan mengapa orang mengalami culture shock:
a. Individu yang berbicara dengan orang lain di lingkungan asing mungkin menjadi frustrasi dan takut karena mereka tidak dapat menyesuaikan bahasa, aksen, atau nada suaranya. Orang-orang yang pindah ke lingkungan asing sering kali mengalami kejutan budaya akibat penyebab-penyebab ini.
b. Masyarakat yang baru pindah cenderung melakukan evaluasi diri ketika sedang mengalami krisis identitas, sehingga dapat menyebabkan mereka kehilangan rasa percaya diri dalam menampilkan jati diri.
c. Ketika seseorang pindah ke lingkungan baru, mereka mungkin kehilangan sikap dan perilaku khasnya, termasuk gerakan atau rutinitas yang dilakukan di lingkungan lamanya. (Syafira, 2024)
Komponen Culture Shock
Menurut Ward (2020) :
- Affective, Komponen ini menggambarkan keadaan dimana individu baru saja memasuki lingkungan baru yang tidak terduga dan menakutkan sehingga menimbulkan emosi ketakutan dan kecemasan.
- Behavior, komponen ini terjadi ketika seseorang yang mengalami culture shock merasa sulit berkomunikasi sehingga mengakibatkan miskomunikasi dan renggangnya hubungan sosial.
- Cognitive, Prasangka negatif terhadap orang lain muncul ketika seseorang mengalami culture shock dan interaksi sosialnya di lingkungan barunya buruk. Tentu saja hal ini berdampak pada hilangnya rasa percaya diri saat bertemu individu di lingkungan baru.
Definisi Komunikasi Antar Budaya
Proses pertukaran budaya dengan individu lain yang memiliki kebudayaan yang asing atau dari kebudayaan yang mirip tetapi dengan sedikit variasi karena perbedaan asal atau tempat tinggal dikenal sebagai komunikasi antar budaya. (Wijaya, 2020)
Hambatan Komunikasi Antar Budaya
Menurut (Dianto, 2019) komunikasi antar budaya memiliki 3 hambatan, yaitu :
- Menarik diri dari kehidupan sosial, ada sejumlah kelompok orang yang kesulitan beradaptasi dengan lingkungan dan secara halus menolak atau menjauhkan diri dari budaya baru yang mereka jalani.
- Prasangka sosial akar konflik masyarakat multi-cultural, prasangka seseorang terhadap kondisi maupun sikap kelompok lain yang berbeda dengan dirinya sering kali menjadi hambatan dalam berkomunikasi dan beradaptasi di lingkungan baru.
- Etnosentrisme budaya, etnosentrisme ini merupakan kecenderungan seseorang yang baru memasuki wilayah yang memiliki kebudayaan yang berbeda tetapi melihatnya dengan kacamata atau sudut pandang budayanya sendiri, hal ini dapat menyebabkan penolakan terhadap kebudayaan baru.
Peran Teknologi dalam Komunikasi Antar Budaya
Internet dapat membantu meningkatkan komunikasi lintas budaya di zaman kemajuan teknologi yang semakin cepat. Melalui internet, individu dari seluruh dunia dapat belajar tentang budaya tempat lain, sehingga memungkinkan kita menjadi lebih sadar dan berpengetahuan tentang budaya satu sama lain di zaman sekarang. (Saragih, 2022)
