Indeks

UINSA Tetap Ganjar Pakde Karwo dengan Gelar HC

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) memberikan apresiasi gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo di Gedung Sport Center UINSA, Rabu (28/3). Tampak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalami Soekarwo. (rofido)

Ada Empat Poin Orisinalitas yang Jadi Pertimbangan

Surabaya, Memo X
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) memberikan apresiasi gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo di Gedung Sport Center UINSA, Rabu (28/3). Dalam pidato ilmiahnya yang bertajuk “Rekonstruksi Pendidikan Diniyah Pesantren; Model Pendidikan Berbasis Spiritual,” Pakde Karwo mengakui jika dirinya belum khatam Alquran tetapi sudah mendapat gelar Doktor Causa.
“Saya ini santri yang belum khatam, tapi sudah dapat gelar Honoris Causa dari UIN Sunan Ampel. Tapi, santri yang belum khatam itu lebih tawadu pada Kiainya dari pada yang sudah khatam,” katanya sembari disambut dengan tepuk tangan audiens.
Usai melakukan pidato ilmiah sekaligus pengukuhan gelarnya, Pakde Karwo menguraikan sedikit makna karya ilmiah yang ia tulis itu. Bahwa, kata dia, pendekatan secara materialistis itu sangat tidak bagus. Ia menegaskan yang terpenting adalah substansinya.
Menurutnya, spiritualitas itulah yang memberikan arah terhadap insan kamil untuk melangkah sesuatu dan didalamnya ada pembangunan yang konkrit. “Amerika Serikat gagal dengan konsepnya, sekarang hampir semua, seperti Afrika Selatan dan sebagian di Amerika Selatan dengan konsep yang matrealistis baru kemudian diisi etik itu nggak ketemu,” ujarnya.
Lantas Soekarwo berharap, jika dirinya ingin dunia pendidikan itu menjadi model pendidikan yang luar biasa. Karena ia beranggapan basis spiritual di Jatim sudah ada tinggal menambah sains dan teknologi dan kalau dua pengetahuan tersebut digabung, ia meyakini akan menjadi satu manifest sehari-hari yang sangat bagus. “Di Jatim sendiri spritual dulu lalu ditambah dengan sains dan teknologi. Ini khas betul, tidak ada daerah yang sebagus kondisi seperti di Jatim,” puji Pakde Karwo.
Sementara itu Rektor UINSA, Masdar Hilmy, menjelaskan alasan kenapa seorang Soekarwo layak diganjar gelar HC di institusinya. Rektor mengatakan, setidaknya ada empat poin otentik orisinal khas Pakde Karwo yang menjadi pertimbangan akademik.
“Dari naskah orasi yang dibacakan pakde karwo minimal ada empat atau lima kata kunci yang sangat orisinal dan otentik khas Pakde Karwo. Ada istilah diskresi policy, pikiran yang luar biasa progresif dari seorang gubernur yang risteker (mengambil risiko), ketika tidak ada yang berani melakukan, beliau melakukannya. Istilah ini saya yakin merupakan residu ataupun endapan akademik selama beliau mempelajari tata negara, terutama madhab hukum progresifnya bapak Sacipto Raharjo dari Undip Semarang,” terangnya.
Lalu yang kedua, masih Hilmy, Pakde Karwo juga dikenal dengan istilah Inside goverment. Bahwa aspek LSM bisa muncul dari dalam pemerintahan, hal inilah yang dikemukakan Pakde Karwo, tidak hanya memunculkan gagasan tapi melahirkan LEM dengan hadirnya LPTT di Jatim.
“Yang ketiga Spiritual intel, ini berbeda secara subtansif dengan apa yang dikemukakan oleh ilmuwan terutama dan zohar dan lain-lain, ini merupakan sumbangsih yang sangat bermanfaat dan luar biasa nilai akdemiknya untuk pesentren bangsa dan negara. Dan terakhir, dual track, doble track, yang tadi dibedakan secara subtansif dibedakan sebagai doble trek dan sebagainya,” papar Hilmy.
Jadi, lanjutnya, UINSA menggunakan empat temuan akademik karya ilimiah Pakde Karwo. “Berdasarkan pertimbangan yang sudah sangat matang, kami yakin bahwa gelar kehormatan Doktor Honoris Causa bidang pendidikan islam amat sangat layak disematkan kepada beliau,” tandasnya.
Dalam acara tersebut, turut hadir dihadiri oleh Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta wakilnya Emil Elestianto Dardak.
Diketahui sehari sebelum dilakukannya proses pengukuhan gelar HC kepada Soekarwo, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) melakukan aksi damai menuntut pihak rektorat atas pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo di depan Gedung Twin Tower UINSA, Senin (26/3)
Puluhan mahasiswa tersebut mempertanyakan kontribusi Soekarwo dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) di UINSA. Menurut koordinator lapangan (korlap) Eri Mahmudi, pemberian gelar tersebut cacat secara substanstif dan moralitas. Alih-alih gelar itu diduga ada muatan politis praktis dan pragmatis
“Kami meminta untuk membatalkan surat keputusan gelar Doktor Honoris Causa kepada Pakde Karwo. Kampus itu mimbar akademis bukan mimbar politis,” teriak Eri. (sur/ano/jun)

Exit mobile version