MEMOX.CO.ID – Puluhan sukarelawan mobil Ambulans Malang Raya mendapat pembekalan tentang penanganan korban laka Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bertajuk Gathering Komunitas Ambulans Malang Raya, Kamis (27/02/2025).
Perlu diketahui jam terbang driver ambulans , di wilayah Malang Raya meliputi Kota Malang, Kota Batu dan, Kabupaten Malang cukup tinggi.
Dalam sesi tanya jawab ada salah satu wartawan yang mengungkit kasus di RS Hermina Malang yang diduga menelantarkan salah satu pasien saat ingin mendapatkan pertolongan dengan cepat.
RS Hermina saat itu menolak menangani Wahyu Widianto (63), warga Jalan Bareng Tenes, Kota Malang, hingga berujung meninggal dunia.
RS Hermina menilai statemen keluarga terkait Wahyu Widianto tidak ditangani kurang tepat.Saat itu IGD RS Hermina dalam kondisi penuh. Tidak ada satupun bed untuk bisa menampung pasien baru.
Sebagai pihak penyelenggara giat Gathering Komunitas Ambulans Malang Raya disponsori RS Hermina Kota Malang salah satu upaya mencari simpatik kepada para petugas mobil ambulans.
Dalam giat ini RS Hermina mengandeng Satlantas Polresta Malang Kota yang dihadiri Kanit Gakkum Iptu Isrofi Yayasan Rumah Solusi Malang Raya serta Koordinator PSC 119 Dhana Setiawan Malang.
Pada intinya apa yang disampaikan salah satu narasumber Iptu Isrofi selaku Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota kalau digelarnya kegiatan ini agar pengemudi ambulans mengetahui bagaimana cara awal penanganan terhadap korban lakalantas.
“Kami memberikan pembekalan kepada driver ambulans, karena kita sadari jam terbang driver ambulans tinggi. Sangat perlu sekali untuk meriview ilmu-ilmu khususnya tentang PPGD.
“Selain itu untuk menghindari kesalahpahaman dalam penanganan kasus lakalantas maupun koordinasi dengan sesama komunitas ambulans yang ada di wilayah Malang Raya,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Koordinator PSC 119 Dhana Setiawan Malang, acara Gathering Komunitas Ambulans Malang Raya sebagai wadah komunikasi sehingga penanganan korban terorganisir dan tidak terjadi tumbukan antar pengemudi.
“Semoga dengan adanya kegiatan talk show dan pelatihan seperti ini kiranya dapat memberi ilmu pengetahuan dan wawasan kepada para petugas/kru ambulans, sehingga ke depan dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugasnya,” ungkapnya. (fik).






