MEMOX.CO.ID – Salah satu Cabang Olahraga (Cabor), harapkan calon Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang nanti, merupakan orang yang memiliki jaringan yang kuat, manajerial yang tangguh dan fashion yang besar serta berintegritas.
Pasalnya, Kabupaten Malang ini cukup krusial lantaran banyak atlet yang berpotensi. Akan tetapi, jika Ketum yang terpilih nanti tidak memiliki kriteria tersebut, maka dipastikan olahraga di Kabupaten Malang tidak akan berjalan maksimal.
“Maka perlu orang yang fashion terutama dalam hal jaringan. Karena ketua itu harus mampu menjembatani antara Cabor satu dan Cabor yang lainnya, ” kata Hidayat Plt Sekretaris Cabor Esport Kabupaten Malang, Senin (26/1/2026).
Selain itu juga, dia harus mampu menjalin komunikasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) maupun pihak swasta. Apalagi anggaran dana hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk pembinaan cabang olahraga selalu mengalami dinamika.
Maka dari itu, lanjut Hidayat, diperlukan sosok pemimpin yang benar-benar all out dalam membawa olahraga Kabupaten Malang. Kemudian juga, diperlukan transparansi. Jangan sampai Porprov Jatim lalu tentang adanya atlet yang harus makan ayam tiren karena anggaran tidak kunjung cair, itu bisa terulang kembali.
“Kan ada itu sempat viral Cabor Binaraga kan, maka transparansi dan integritasnya juga perlu ditegakkan kembali,” katanya.
“Maka harapannya Ketua KONI nanti memiliki visi pembinaan mulai dari usia dini sampai remajanya,” lanjutnya.
Sebagai informasi, saat ini jabatan Ketua KONI Kabupaten Malang sedang kosong. Itu karena Ketua Umum KONI Kabupaten Malang, H. Rosyidin mundur dari jabatannya. Padahal, H. Rosyidin menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Malang di periode 2024-2028.
H. Rosydin mengundurkan diri dengan alasan gagal membawa Kabupaten Malang masuk tiga besar di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) IX 2025, yang saat itu Malang Raya sebagai tuan rumah, termasuk Kabupaten Malang.
Untuk memilih pengganti H. Rosyidin yang mengundurkan diri sejak 20 Desember 2025 lalu, KONI Kabupaten Malang akan menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada 14 Februari 2026 mendatang.
Dengan kekosongan tersebut, langsung menarik perhatian banyak pihak untuk mencalonkan diri menjadi Ketum KONI yang baru. Saat ini, sudah ada sekitar lima kandidat Calon Ketum KONI yang santer dibicarakan.
Diantaranya, ada Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Wagir. Kemudian tokoh masyarakat olahraga, pengurus KONI Kabupaten Malang dan anak seorang pengusaha, serta ada dari legislator aktif yang ikut meramaikan bursa pemilihan tersebut.
“Kalau soal usia ataupun background mereka, saya tidak mau tahu. Yang penting dia memiliki jiwa pelayan bagi olahraga Kabupaten Malang,” pungkasnya. (nif/han)






