Banyuwangi, Memox.co.id – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mempromosikan Kabupaten Banyuwangi dalam Business Networking Forum Tahun 2021 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi.
Forum yang digelar secara virtual tersebut dihadiri para pelaku binis dan pengelola kawasan industri juga sejumlah konsulat jenderal yang ada di Indonesia.
Business Networking Forum (BNF) adalah salah satu bentuk dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam peningkatan realisasi investasi yang ada di Jawa Timur digelar selama dua hari Selasa sampai Rabu (23-24 Maret 2021).
Ipuk Fiestiandani dalam kesempatan itu menyampaikan ajakan untuk berinvestasi di Banyuwangi di hadapan para pengusaha baik dalam dan luar negeri.
“Potensi sektor pertanian Banyuwangi masih sangat luas terbuka. Salah satunya adalah produksi buah naga yang meliimpah berikut produk hortikultura lainnya. Selain itu juga ada di bidang perikanan yang banyak terpusat di Muncar. Sejumlah industri bahkan telah tumbuh di sana,” kata Ipuk.
Selain itu, Ipuk juga memaparkan prospek investasi di Banyuwangi khususnya di sektor pariwisata. Pariwisata Banywuangi ke depan diyakini akan bermasa depan cerah.
Seperti pembangunan cable car di Ijen telah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya -Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
“Hal ini tentunya akan menjadi magnet tersendiri bagi pengembangan pariwisata Banyuwangi ke depan. Selain itu juga pembangunan dermaga marina di Pantai Boom yang masih sangat terbuka luas bagi para investor yacht. Kami juga menjaga perbaikan akses menuju tempat pariwisata,” kata Ipuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur, Aris Mukiyono mengungkapkan, kegiatan business networking forum rutin dilakukan untuk membuka peluang kerjasama.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terkontraksi namun investasi masih tumbuh 33,8% dibandingkan provinsi yang lain. Walaupun di masa pandemi, pertumbuhan investasi di Jawa Timur tembus 78,3 triliun, sedangkan posisi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan PMA (Penanaman Modal Asing) lebih kurang 25% PMA dan 75% PMDN. Artinya bahwa penduduk yang punya duit di Indonesia masih ingin berinvestasi di Jawa Timur salah satunya di Banyuwangi,” pungkas Aris. (tut/mzm)






