Bupati Bondowoso Ingatkan PWRI Tidak Terkontaminasi Paham Radikalisme

  • Bagikan
Bupati Foto bersama. (sam)

Bondowoso, Memox.co.id – Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin mengukuhkan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) masa khidmat 2021-2026 kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Kyai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso, agar PWRI tidak terkontaminasi radikalisme. Karena sangat berbahaya sekali. “PWRI harus independen, tidak boleh terpengaruh dengan pihak manapun. Terutama dengan paham radikalisme. Jahui, karena sangat berbahaya,” pesan Kyai Salwa.

Kyai Salwa mohon maaf karena rombongan dari PWRI dari Surabaya terlambat karena tersesat. Mungkin rambu-rambu penunjuknya kurang banyak.

Dikatakan, Pengukuhan PWRI sangat sederhana sekali. Penyebabnya, pandemi CoViD 19 masih terus berlanjut. Bahkan di Bondowoso ada klaster baru, yaitu klaster hajatan.

“Saya sangat salut pada anggota dan pengurus PWRI. Dengan segala keterbatasannya, masih bersedia berserikat untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan. Berorganisasi itu menguatkan kita. Kalau kita bergerak sendirian akan rapuh. Tapi kalau bergerak bersama, akan menjadi kuat,” kata Kyai Salwa.

Dengan demikian, paradigma bahwa usia lanjut lemah akan terbantahkan. Terbukti, PWRI telah banyak berbuat untuk kemajuan Bondowoso.

Ditempat yang sama, Suparman, Ketua PWRI Provinsi Jatim menjelaskan, pasal 29 Anggaran Rumah Tangga PWRI tahun 2016 menyebutkan, Bupati adalah pembina.

“PWRI merupakan organisasi yang kuat dan mandiri. Tantangan berat harus dihadapi dengan kekompakan. Kita semua telah bertekad walaupun usia tua akan terus berjuang dan mengabdi pada bangsa, negara, dan agama,” jelasnya.

Dengan terus bersinergi, lanjutnya, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan predatama, khususnya bagi yang sudah lanjut usia. (hen/sam/mzm)

  • Bagikan