Bedah Buku Move in Silence, Untold Story of Kanjuruhan Disaster Bersama AKBP Putu Kholis Aryana
MEMOX.CO.ID – Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana sebagai penulis buku Move in Silence, Untold Story of Kanjuruhan Disaster menggelar bedah buku bertempat di Gedung Auditorium Nuswantara Fakultas FISIP Lantai 7 Universitas Brawijaya Malang, Jum’at (20/12/2024).
Tujuan dari kegiatan bedah buku ini adalah untuk mempublikasikan karya penulis, sehingga terjadi transfer keilmuan, wawasan, dan pengetahuan bagi pembacanya.
Serta untuk mendapatkan masukan yang konstruktif bagi penulis untuk penyempurnaan buku yang ditulisnya.
Dalam giat bedah buku tersebut Kapolres Malang AKBP Kholis selaku penulis dihadapan para audiens dari beberapa elemen kemahasiswaan dan kemasyarakatan termasuk rekan jurnalis menjelaskan secara garis besar tujuan hadirnya Buku yang berjudul Move in Silence, Untold Story of Kanjuruhan Disaster.
Pada intinya orang nomor satu di jajaran kepolisian resor Malang ini mengatakan hadir buku ini tidak terlepas berkat bantuan teman teman dan pejabat Polres Malang khususnya yang ingin memberikan gambaran gambaran kepada masyarakat tentang apa yang kami rasakan dan kami kerjakan.
“Baik saat ini maupun dimasa depan nanti melalui buku yang kami tulis ini secara bersama sama, yang akan kami jadikan pelajaran penting yang tidak boleh terlupakan agar tidak boleh terulang lagi atas tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022,” ujarnya.
Dirinya juga menegaskan, buka ini lahir tidak terlepas dari intensnya kami berinteraksi kepada keluarga korban Kanjuruhan. ” Apa yang telah kami berikan dan kami lakukan kepada keluarga korban Kanjuruhan memang diluar tugas pokok kami sebagai anggota Polri.
” Kami sadar kalau Polres Malang paling besar untuk dimintai pertanggungjawaban atas tragedi Kanjuruhan ini oleh karena itu kami akan tetap merespon dan mengakomodir permintaan dan harapan yang diinginkan keluarga korban Kanjuruhan.
“Dalam artian kami tidak hanya berbicara tentang hukum namun disisi kemanusiaan yang juga kami kedepankan,” ungkapnya.
Makuyo Galuh Mahardika, mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosiologi FISIP Imu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya menuturkan apa yang tertulis dalam buku ini Polres Malang khususnya Kapolres Malang AKBP Kholis sebagai penulis telah melakukan berbagai langkah konkret.
“Termasuk pandangan prospektif yang didalam buku ini menceritakan bagaimana pandangan dari sisi kepolisian, korban Kanjuruhan, jurnalistik dan, tokoh masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau saya lihat buku ini merupakan rangkuman apa yang telah dilakukan Pak Putu Kholis (Kapolres Malang) ketika ditugaskan untuk menjadi Kapolres Malang, sekaligus juga untuk menangani kasus tragedi Kanjuruhan ini.
“Kalau kita lihat dan amati di buku ini beliau telah menjalankan beberapa strategi pendekatan antara lain pendekatan community policing, transformatif justice, kemanusiaan dan, kultura yang lain pada intinya demi penegakan keadilan untuk penyelesaian konflik,” ungkapnya.
Disampaikan juga olehnya, saya rasa setelah mengkaji buku ini saya rasa siap untuk dipublis, sekaligus juga bisa dijadikan model dan dapat diadopsi oleh pihak kepolisian lainnya,” katanya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Rektor Universitas Brawijaya Malang,
Termasuk lima tim bedah buku yakni Dr. Faizin Sulistio, S.H., LL.M. dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Alfons Zakaria S.H., LL.M. dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya,
Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si. dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.Makuyo Galuh Mahardika, S.IP., M.IP. selaku mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosiologi Fakultas Imu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya.
Muhammad Rafi Haykal Akbar selaku Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya.
Akademisi Universitas Brawijaya Malang. (fik)






