Batu, Memo X
Tak ingin jadi pengembira dalam Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2019, Juli 2019 mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu bakal libatkan praktisi olah raga dan akademisi untuk diajak bergabung dalam kepengurusan untuk menggodok sport science, harapannya KONI bisa meraup target 10 medali emas.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua KONI Kota Batu Drs Mahfud usai mengikuti pelantikan pengurus KONI, Selasa malam (26/3/2019) di Gedung Graha Pancasila, Balaikota Among Tani (BAT).
Dengan melibatkan semua unsur yang kompeten, dia berharap bisa mendulang emas sesuai target. Karena, peran praktisi dalam pembinaan bisa menggerakan segala hal, misalnya membangun multi efek olah raga bagi pengurus, atlet dan pelaku olah raga.
“Dengan keterlibatan semua, akan membentuk kesolidan seluruh tim KONI hingga cabor-cabor yang ada sehingga bisa maksimal mengembangkan olah raga,” ujar Mahfud kemarin malam.
Selai itu, usai pelantikan dia berharap seluruh cabor berkomitmen maju dan menyongsong prestasi jauh lebih baik serta tidak mudah berpuas diri. Tadi, lanjutnya, seluruh pengurus dihuni oleh perwakilan dari cabor yang ada, meski ada satu/dua cabor yang tidak ada perwakilannya.
Bahkan Mahfud optimis kepengurusan bekerja sungguh-sungguh. Buktinya, sudah terselenggaranya Puslatkot dalam Porprov Jatim yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-13Juli tahun 2019 di empat kota, yakni Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.
“Dari Porprov bersama membulatkan tekad meraih prestasi meraih medali dan masuk rangking 10 besar,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua Harian KONI Jatim M. Nabil menerangkan KONI adalah wadah melakukan pembinaan, pembibitan dan pencarian atlet secara terstruktur. Harapannya atlet nanti bisa meraih prestasi, membanggakan kota asal bahkan bangsa dan negara.
“Bekerja dengan sungguh-sungguh dan tulus adalah kunci bekerja pengurus. Pesan saya KONI Kota Batu bisa mempersiapkan cabor unggulan yang menjadi pendulang emas. Kalau tidak bisa Cabor, pilih nomor unggulan untuk mendongkrak prestasi,” harap Nabil.
Prestasi tidak bisa diraih dengan mudah, harus ada komitmen bersama mengembangkan olah raga, salah satunya yaitu pembiayaan. Dengan anggaran yang mendukung dipastikan pembinaan bisa lebih maksimal.
“Tolong pemkot dan DPRD bisa menimbang dengan matang. Dengan memaksimalkan anggaran saya yakin KONI Batu lebih berkembang dan berprestasi,” urainya.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengaku sangat mengapresiasi ide tersebut, terutama dalam melibatkan akademisi mengembangkan sport sciense di Kota Batu. Dewanti pun sempat menantang balik pihak KONI bisa menghasilkan 10 atlet berkelas internasional. Jika terwujud pemkot siap mendanai program ini.
“Ayo kalau bisa, pemkot pasti biayai. Saya optimis dengan pengurus pasti bisa. Kita didukung alam, karakter penduduk dan postur warga Kota Batu, ” harap Dewanti.(lih/jun)
KONI Libatkan Akademisi Demi Raih Prestasi






