Gilang berharap, even seperti Blitar Djadoel ini, agar sering digelar, karena sangat membantu para pedagang untuk menaikan omsetnya.
“Kami berharap, even seperti ini agar sering dilaksanakan. Kami sangat terbantu dengan adanya even seperti ini,” pungkasnya.
Hal senada juga disampaikan pedagang onde-onde. Dalam Blitar Djadoel ini, dia bisa meraup omset Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per harinya.
Bahkan pengrajin Batik Tutur dari Kelurahan Jati Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Nicky mengaku, jika batiknya diborong oleh pengusaha atau pegiat pariwisata di Kabupaten Blitar.
“Alhamdulillah kemarin Batik Tutur kami diborong untuk acara budaya ‘Kawin Kopi’ di Perkebunan Karangananyar,” ujarnya.
Untuk diketahui Blitar Djadoel yang dibuka sejak 7 Juni 2024 hingga 11 Juni 2024 mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB tersebut, sejumlah stand disiapkan terdiri dari dome djadoel sisi Barat Aloon-Aloon ada 150 stand. (fjr)






