Beranda Pemerintahan BHS Minta Lahan Produktif di Sidoarjo Dipertahankan

BHS Minta Lahan Produktif di Sidoarjo Dipertahankan

76
0
BANTUAN - Bacabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyerahkan bantuan perbaikan mesin pompa kepada kelompok tani Lohjinawi Dusun Semambung, Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Senin (15/06/2020).

Sidoarjo,Memox.co.id – Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Sidoarjo mempertahankan lahan pertanian produktif di Sidoarjo. Tujuannya agar Sidoarjo mampu mewujudkan swasembada pangan. “Kami meminta lahan produktif di Sidoarjo tidak boleh dialihfungsikan. Apalagi, ada indikasi pengalihan lahan produktif menjadi lahan tidak produktif (lahan kuning). Semaksimal lahan produktif harus dipertahankan agar swasembada pangan bisa tercapai,” terang Bambang Haryo Soekartono kepada Memo X, Senin (15/06/2020) saat menyerahkan bantuan onderdil dan perbaikan mesin pompa air untuk para petani di Dusun Semambung, Desa Sambungrejo Kecamatan Sukodono.

Lebih jauh, BHS memaparkan, pihaknya mendapatkan informasi jika para petani di Dusun Semambung, Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono sempat dipersulit untuk mengairi lahan sawahnya. Padahal, di dekat lahan pertanian seluas 32 hektar itu ada aliran sungai (kanal) yang selalu airnya penuh. “Indikasi seperti itu tidak layak dilakukan. Karena petani ini menjadi ujung tombak kehidupan. Jangan mempersulit pertani dengan tujuan agar petani menjual lahannya untuk dialihfungsikan menjadi lahan perumahan maupun industri. Lahan produktif harus dipertahkan. Kalau kemarin bisa panen dua kali, setelah ada bantuan pompa air ini harus panen 3 sampai 4 kali dalam setahun,” pintahnya.

Bagi BHS swasembada pangan sangatlah penting. Hal ini sebagai mengantisipasi jika terjadi kesulitan pangan. BHS berharap hasil pertanian di Sidoarjo, mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sidoarjo.  “Kalau petani hidup, rakyat juga hidup dan makmur. Semua harus bangga dengan program-program swasembada pangan karena itu untuk kemajuan masyarakat Sidoarjo,” tegas alumnus ITS Surabaya ini.

 Anggota Fraksi Gerindra DPR RI periode 2014-2019 ini berharap bantuan onderdil untuk perbaikan mesin pompa air itu dapat mensuplai kebutuhan air untuk lahan sawah di Dusun Semambung yang luasnya mencapai 32 hektar. Sebelum mesin pompa air itu menerima bantuan dari BHS, ratusan petani di dusun ini mengeluhkan kesulitan pasokan air untuk lahan tanaman padinya. Padahal lokasi lahan pertanian dengan sungai yang airnya tidak pernah surut baik di musim hujan maupun di musim kemarau. “Masalahnya ternyata pompa air milik kelompok tani setempat itu dalam kondisi rusak selama bertahun-tahun. Sekarang sudah kami perbaiki dan bisa beroperasi sebelum masa tanam dan musim kemarau. Kami berharap bantuan ini bisa mengairi semua pertanian di Desa Sambungrejo,” paparnya.

Selain itu, saat berdialog dengan kelompok tani asal Desa Sambungrejo dan Desa Bangsri, Kecamatan Sukodono itu, BHS disambati soal kesulitan hand tractor dan bibit padi unggul. Terkait keluhan ini, BHS menyatakan dirinya bakal berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Pemkab Sidoarjo dan Komisi IV DPR RI serta Kementerian Pertanian agar ada penyaluran bantuan hand tractor itu. “Semua keluhan ini akan saya perhatikan. Termasuk soal bibit unggul. Nanti saya akan bantu bibit unggul untuk petani Sukodono. Yang soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk petani juga bakal kami perjuangkan karena dampak Covid-19 juga dirasakan kalangan petani bukan hanya industri,” jelasnya. 

Sementara Ketua Kelompok Tani Lohjinawi Dusun Semambung, Sudaryoso mengucapkan terima kasih atas bantuan dari BHS itu. 

“Kami (petani) sangat berterima kasih kepada Pak BHS. Mesin pompa air yang rusak bertahun-tahun ini, kini bisa dipakai lagi setelah dapat bantuan dari Pak BHS. Setelah ini, kami berharap dengan pompa air ini, petani di desa kami bisa panen padi tiga kali dalam setahun. Terutama 200 lebih anggota kelompok taninya,” tandasnya. (wan/ono)