Hukum  

Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online, Polres Malang Dapat Apresiasi Warga

JUMAT CURHAT: Kapolres Malang AKBP Kholis saat menggelar Jum'at Curhat bersama warga masyarakat Desa Brongkal

MEMOX.CO.ID – Keberhasilan Polres Malang dalam mengungkap kasus pembunuhan sopir taksi online  hanya dalam waktu 48 jam mendapat apresiasi warga tempat dimana korban tinggal.

Ungkapan tersebut disampaikan langsung kepada Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana saat menggelar Jum’at Curhat di di Balai Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jumat (9/6/2023).

Para pelaku yang diamankan berinisial EC (29) dan AN (35), keduanya warga Kabupaten Malang. Atas kinerja polisi tersebut, sejumlah warga sekitar tempat tinggal korban serta keluarga memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi.

Ucapan terima kasih dan apresiasi tersebut salah satunya disampaikan oleh Subur, Kepala Desa Clumprit, Desa dimana sebelumnya korban tinggal bersama keluarga kecilnya.

Subur mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian atas respon cepat yang telah dilakukan untuk mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan yang menimpa salah satu warganya.

NGUYUB: Kapolres Malang AKBP Kholis bersama lapisan masyarakat pada giat Jum’at Curhat terlihat nguyub

“Korban mendiang Apris Fajar Santoso merupakan warga desa kami. Intinya kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada polisi yang telah berhasil menangkap pelaku,” ungkap Subur.

Mewakili Kapolres Malang AKBP Kholis Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik, saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolres Malang untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Taufik menjelaskan, korban yang dibunuh merupakan pengemudi taksi online dari aplikasi GoCar. Ia dibunuh oleh para pelaku yang menginginkan harta korban berupa kendaraan roda empat Toyota Calya yang sehari-hari digunakan korban sebagai sarana untuk mencari nafkah.

“Para pelaku menjerat korban menggunakan seutas tali saat dalam perjalanan mengantar para pelaku sesuai aplikasi GoCar yang diterimanya. Jenazah korban lalu dibuang pelaku di jurang sekitar piket nol perbatasan Malang – Lumajang,” jelasnya. (*)